Rektor UHT Buka ProdamMaba 2026, Maba Diminta Tak Jadikan AI Jalan Pintas

Berita435 views

Surabaya, Komposisinews.com– Universitas Hang Tuah (UHT) resmi membuka Program Pendampingan Mahasiswa Baru (ProdamMaba) Tahun 2026 di Lapangan Futsal UHT, Jumat (21/8/2026).

Pembukaan ProdamMaba dipimpin langsung Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., Wakil Rektor III Dr. Toto Dwijaya Saputra, serta para pejabat utama, dekan, dosen, tenaga kependidikan, panitia, pendamping dan mahasiswa baru UHT.

Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Avando mengatakan ProdamMaba bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi awal perjalanan mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi sekaligus membentuk karakter.

“Hari ini bukan sekadar hari pertama Saudara mengikuti kegiatan kampus. Hari ini adalah titik awal sebuah pelayaran intelektual dan pembentukan karakter,” ujar Avando.

Ia meminta mahasiswa baru tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan di UHT. Mahasiswa, kata dia, harus membuktikan kebanggaan terhadap almamater melalui kedisiplinan, prestasi, integritas dan karya nyata.

Mengusung tema ‘Satria Muda, Mengukir Karya, Pelita Nusantara’, Avando berharap mahasiswa baru menjadi generasi yang berani mengambil tanggung jawab, disiplin, serta mampu mengubah pengetahuan menjadi karya dan solusi bagi masyarakat.

AI Jangan Menggantikan Cara Berpikir

Mantan Komandan ASTTAL itu juga menyoroti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, teknologi dapat membantu mahasiswa dalam proses belajar. Namun, pemanfaatannya tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan kemampuan berpikir, kreativitas, maupun kejujuran akademik.

“Gunakan teknologi untuk memperluas kemampuan, bukan untuk mengambil jalan pintas; gunakan kecerdasan artifisial sebagai alat bantu berpikir, bukan sebagai pengganti berpikir,” pesannya.

Avando juga mengingatkan mahasiswa agar kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah menyebarkan hoaks maupun ujaran kebencian.

“Kampus membutuhkan mahasiswa yang kritis, tetapi santun; berani, tetapi bertanggung jawab; unggul, tetapi tetap rendah hati,” katanya.

Menurut Avando, pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian indeks prestasi kumulatif atau IPK. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan berpikir analitis, kreatif, adaptif, mampu bekerja sama, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Ia menilai mahasiswa baru saat ini akan menjadi bagian dari generasi produktif pada masa Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 bukan gagasan yang jauh dari Saudara. Saudaralah yang akan menentukan apakah cita-cita itu benar-benar terwujud,” tegasnya.

Dibekali Soal Keuangan hingga Sistem Pendidikan Tinggi

Usai pembukaan, mahasiswa baru UHT mendapatkan sejumlah pembekalan. Materi pertama mengenai keuangan dan administrasi keuangan kampus disampaikan oleh Kepala Bagian Keuangan UHT, Erjawan, S.M.

Pembekalan tersebut diberikan agar mahasiswa baru memahami layanan dan administrasi keuangan yang akan mereka hadapi selama menjalani pendidikan di UHT.

Setelah itu, Wakil Rektor I UHT Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio. memberikan pembekalan bertajuk ‘Memahami Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia: Mempersiapkan Mahasiswa Unggul di Era Digital, Artificial Intelligence (AI) dan Revolusi Industri’.

Dalam materinya, Widyastuti menjelaskan perubahan yang akan dialami mahasiswa ketika bertransisi dari siswa menjadi mahasiswa. Mahasiswa dituntut lebih mandiri, tidak hanya belajar untuk menghadapi ujian, tetapi juga membangun kompetensi, mencari dan mengembangkan ilmu, serta mampu memecahkan masalah.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sistem pendidikan tinggi, standar pendidikan, penjaminan mutu serta Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Widyastuti turut menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, integritas dan penilaian etis dalam menghadapi perkembangan AI.

“AI membantu manusia, bukan menggantikan proses berpikir,” menjadi salah satu pesan dalam pembekalan tersebut.

Mahasiswa juga didorong membangun enam kompetensi utama sejak semester pertama, yakni kompetensi akademik, digital, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah dan karakter.

Di akhir kegiatan, Rektor UHT secara resmi membuka ProdamMaba 2026 dan mengajak mahasiswa baru memulai perjalanan akademiknya dengan semangat berkarya.

“Ukirlah karya dengan ilmu. Nyalakan keberanian dengan integritas. Jadilah pelita yang menerangi, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi sesama dan Nusantara,” pungkasnya. (Vio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *