Probolinggo,Komposisinews.com – Dengan tujuan meningkatkan kualitas belajar serta memperluas wawasan segi pandang, dan mempertajam pola pikir, Ngobrol Penuh Inspirasi Prodi Hukum Keluarga Islam dengan Tema “Meneguhkan Tekad Mewujudkan Cita cita Mulia”, HIMA HKI (Himpunan Mahasiswa Hukum Keluarga Islam) menggelar diskusi dengan mengundang Nara Sumber dari Media Pilarpos sebagai pemateri, acara tersebut dihadiri Dekan Fakultas Hukum Keluarga Islam Imanudin Abil Fida, MIRKH., Kaprodi Ana Billah, M.H., Ahmad Syaifudin Romli, M.H. dosen tetap, Raden Rara Lisa Fa’atirahmah, M.H. dosen tetap, Robiatul Adawiyah, M.Sosio dosen tetap. Kegiatan dilaksanakan di Ruang A7 Kampus IAD Probolinggo yang dimulai Pukul 12.30 WIB, Kamis (16/4/26).
Sedangkan Nara Sumber sebagai Pemateri Pertama M. Nur Alim Pemimpin Redaksi Media Pilarpos dan Nara Sumber kedua Haidir Sabaruddin, S.H., Pendiri Media Pilarpos dengan Moderator Zaskia Dhea Anastasya, peserta mahasiswa semester 2 dan 4 dari prodi hukum keluarga Islam dan hukum ekonomi syariah, jumlah peserta 87 mahasiswa dan mahasiswi, diskusi interaktif dua arah berjalan hangat dan penuh semangat, dari Nara sumber dan mahasiswa saling mengeluarkan ide-ide gagasan yang tajam mengenai perkembangan dunia pendidikan, segi pandang dan sudut pandang dunia akademisi dalam penerapan materi ketika berinteraksi terhadap masyarakat.
Menurut M. Nur Alim Nara Sumber dari Media Pilarpos saat memberikan materi menyampaikan,” pentingnya Membangun Moralitas dan menjaga Akhlak untuk meneguhkan tekad dalam mewujutkan cita-cita mulia, Perluasan pemahaman menjadi motivasi serta menggali potensi menciptakan intuisi personal sebagai tolak ukur kompetensi dalam perkembangan akademisi, sebagai mahasiswa harus bisa selalu memiliki ide atau pemikiran yang maju seiring dengan persaingan ketika mahasiswa akan melangkah kejenjang semester selanjutnya bahkan akan menghadapi skripsi harus memiliki BreakThrough atau terobosan dalam berfikir, serta memahami prinsip pokok pikiran dan konsep,” terang Nur, yang juga dikenal sebagai Aktivis Pegiat Bela Negara.
Masih kata Nur, Kemauan tinggi, Jika ada kemauan pasti ada jalan, memiliki sifat Pantang menyerah, jangan takut gagal karena kegagalan adalah proses untuk menuju keberhasilan, memiliki role model sebagai teladan dan inspirasi dari orang yang di idolakan sebagai panutan, memiliki mimpi besar dan keinginan kuat sehingga tercipta dedikasi dan probabilitas seorang mahasiswa, bersikap tenang dalam menghadapi suatu persoalan, belajar mencerna dan menganalisa serta mengurai permasalahan, memahami subtansi, mahasiswa calon pemimpin dan penerus bangsa, kampus adalah rumah inspirasi yang selalu melahirkan pemimpin masa depan,” beber Nur yang juga sebagai Pemimpin Redaksi Media Pilarpos.
Sementara itu Nara Sumber Haidir Sabaruddin, S.H., mengulaskan,” bahwa kampus adalah rumah kedua bagi mahasiswa untuk merumuskan konsep dan gagasan masa depan, mencetak sumber daya unggul melahirkan pemimpin masa depan sebagai penerus, kedisiplinan ilmu akademisi, magister, doktor, profesor lahir dari kampus, dan para pakar akademisi tersebut telah mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Haidir yang juga alumni Institute Ahmad Dahlan.
Haidir juga menambahkan mahasiswa harus selalu aktif, aplikatif serta bisa berinisiatif dan berkarya pada setiap tingkatan sesuai prodi masing-masing bahkan mencapai prestasi di dalam negeri maupun di dunia internasional penempaaan ada di kampus, begitu besar peran kampus terhadap kemajuan bangsa dan negara, bahkan keprofesian juga lahir dari kampus ada prodi – prodi dan semua mengarah kepada keprofesian, sehingga alumni bisa bekerja di perusahaan – perusahaan swasta dan bekerja di lembaga pemerintah maupun non pemerintah,” terangnya.
Dalam kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Benny Prasetya, M.Pdi., Institut Ahmad Dahlan juga pernah menyelenggarakan ajang international conference on islam and humanities in the modern era ( ICONIHUM) 2024 dan 2025 menghadirkan pemateri dari luar negri Malaysia Thailand. Memberikan nuansa sendiri kepada pandangan dan wawasan kedepan
Ada mahasiswa dari Thailand yang berkuliah di Institut Ahmad Dahlan, nama kampus IAD telah dikenal di luar negeri, sangat luar biasa pencapaian prestasi tersebut, Dunia Perkampusan tetap Eksistensi dan memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa. (Tim )











