Kota Tangerang,Komposisinews.com – Bau busuk menyengat jalan M. Thoha Pabuaran tumpeng tepatnya persis didepan UPT SDN Pabuaran Tumpeng 2 dan SDN Pasar Baru 5 tersebut berasal dari tumpukan sampah yang membusuk di tempat pembuangan sampah siluman (TPSS). Tidak hanya bau, lalat juga beterbangan hingga ke sekolah, akibatnya para siswa dan guru yang melaksanakan proses belajar mengajar terpaksa harus sering menutup hidung agar tidak mencium bau sampah. Salah satu Narasumber saat dikonfirmasi awak media mengaku sudah terbiasa mencium bau tersebut setiap. hari namun, yang sekarang sudah tidak tertahankan.
“Ya, bau mengganggu proses belajar juga disaat kami menjemput anak saat mau pulang kami harus memakai masker karena sampah ini kadang dituang juga kadang dibiarkan sampai jam 12.
Murid-murid di SDN UPT Pabuaran tumpeng 2 Kelurahan Pabuaran Tumpeng Kecamatan Karawaci Kota Tangerang harus merasakan dampak buruk dari TPS siluman murid dan guru tidak bisa konsentrasi saat proses belajar mengajar (KBM) karena bau menyengat dari sampah itu masuk kedalam ruangan di tambah lagi kalau sampah itu dituang dari gerobak ditempatkan di trotoar jalan karena belum diangkut armada ketempat pembuangan akhir (TPA) sehingga bau tercium ke seluruh lingkungan sekolah.
Kepala UPT DLH Wilayah Barat Nuryasin.sering kali dikonfirmasi mengenai adanya TPS siluman itu bahkan awak media pernah mendatangi kantornya juga disaat jam kantor tidak ada ditempat dan jarang terlihat dan kami tidak pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan seolah melempar kesalahan pada pelaksana lapangan.

Anak anak sekolah dan guru adalah korban dari ketidakbecusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang yang selama ini tidak pernah mengambil tindakan apapun dengan adanya TPS SilumanI yang berada di depan UPT SDN Pabuarana Tumpeng 2, program Pemkot Tangerang dianggap gagal dalam mengurangi TPS siluman di wilayah kota Tangerang penutupan harus segera dilaksanakan sekaligus memperketat pengawasan diiringi sangsi tegas karena dampak yang serius dari proses belajar mengajar, resiko kesehatan, serta pencemaran lingkungan dan ini dirasakan langsung oleh murid sekolah dan guru serta walimurid yang sedang dilokasi saat menjemput anak anaknya.
DLH Kota Tangerang harus mengambil langkah strategis untuk mendukung penangan sampah biar berjalan maksimal termasuk inspeksi kelokasi, pemasangan rambu atau banner penutupan TPS adanya sampah ini berdampak pada kualitas pembelajaran bukan hanya sekedar persoalan bau tapi sudah mengganggu konsentrasi belajar dan mencoreng nilai estetika sekolah,tidak ada langkah apapun yang diambil oleh DLH untuk segera mengangkut dan memetakan ulang titik pembuangan sampah diarea sekolah hingga terlihat kumuh. (Ysf).









