Memasuki Putaran Ke 17 Putaran Bersama Gos Hadi Dan Masyarakat Banjarsari Mengadakan Doa Bersama

Berita16 views

Mojokerto,Komposisinews.com – Kebersamaan Mendoakan Leluhur di Makam Umum Dusun Banjarsari

Memasuki bulan oktober Paguyuban Rutinan Khotmil Qur’an Banjarsari kembali istiqomah mendoakan leluhur di Makam Umum Dusun Banjarsari, Kedunglengkong, Dlanggu, Mojokerto.
Penanggung Jawab Khotmil Qur’an, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H. menerangkan, Alhamdulillah setelah melintasi tahap ke 17 bisa kembali ke jalur Istiqomah yakni khotmil qur’an dan mendoakan leluhur.

“Mendoakan leluhur merupakan bentuk kebaktian kepada orang tua yang telah meninggal. Doa anak sholeh kepada orang tua yang sudah meninggal dunia diyakini dapat memberikan syafa’at kepada kedua orang tuanya. Membaca doa untuk leluhur merupakan salah satu bentuk amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir,” ungkap Hadi Purwanto, Minggu 05/10/2025

Kyai Hasan matori
Selaku pengisi acara mengatakan, terima kasih kepada Bapak Hadi Purwanto yang telah menjadi penanggung jawab acara ini sehingga saat ini bisa sampai 17 putaran. Dalam isi Tauzia bahwa pada bulan ini berketepatan dengan haul syeh Abdul khodir Zaelani .

“Dengan demikian, mari kita bersyukur kepada Allah agar Allah tetap memberikan istiqomah untuk kirim doa kepada leluhur kita. Yang belum hadir di majelis ini, semoga di bulan berikutnya bisa hadir di majelis ini,” harap kyai Hasan matori.

“Jadi di bulan ini kita semua di harapkan bersyukur kepada Alloh agar di jauhkan dari mara bahaya dan musibah . Maka kita harus berketok tular ke tetangga, saudara, dan sahabat agar terlalu peduli atau tidak menyepelekan orang lain,” ujar Kiyai Hasan Matori.

Khotmil Qur’an dan Mendoakan Leluhur Jadi Acara Rutin di Makam Umum Dusun Banjarsari .
Dijelaskannya, ketika itu siapa menyayangi sama Nabi Muhammad SAW beliaunya juga menyayangi hambanya.

“Mendengar hal itu, Hasan matori memberi paparan bahwa kehadiran kita semua di dampingi Kanjeng nabi Muhammad dan syeh Abdul khodir zaelani meminta para sahabat untuk memaafkan kesalahan kaumnya . Nabi menanyakan siapa yang mencintai aku , aku akan mencintainya.

Dari cerita tersebut, ada hikmah yang luar biasa. Tidak boleh menyepelekan orang lain dan tidak boleh dengki terhadap dengan orang lain.

“Semua muslim itu bersaudara dan wajib saling memaafkan dan menjaga hubungan baik. Mari kita niatkan kesini untuk mencari barokah. Hidup tenang, diberikan kesehatan, dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat” pesan Kiyai Hasan Matori dalam Tauzia selama 15 menit ( Ida ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *