Tuban,Komposisinews.com – Petani Widang Menangis terkait Sanksi yang diberikan kepada SPBU 54.623.10 yang berlokasi di Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Bagaimana tidak, pemberitaan yang sering disebutkan dan dikaitkan sebagai “Pengangsu” itu nyatanya peruntukannya untuk pertanian dan sebagian besar notabenenya juga untuk HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air).
Pada hari sabtu (13/6) beberapa HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) dan juga beberapa petani Se-Kecamatan Widang mendatangi kantor Kecamatan untuk meminta solusi terkait kelangkahan solar dan pemberian sanksi pada SPBU Compreng oleh PT Pertamina Patra Niaga. Saat ini, SPBU Compreng sebagai tumpuan terbesar di sektor ketahanan pangan dalam pendistribusian BBM jenis Solar di wilayah Widang.
Dalam pertemuan ini dihadiri FORKOPIMCA yang dimana pertemuan tersebut untuk membahas bagaimana menanggulangi musim tanam yang serentak diwilayah widang saat ini, jadi kebutuhan BBM jenis Solar di widang khususnya juga meningkat. Dalam pertemuan ini petani juga mendesak FORKOPIMCA segera berkoordinasi dengan pihak terkait seperti berikut :
1. Menambah Kuota rekomendasi barcode dari dinas-dinas terkait.
2. Penambahan Kuota pada SPBU.
3. Percepatan pengurusan barcode di dinas pertanian setempat seperti Badan Penyuluh Pertanian (BPP).
4. Petani meminta pemerintah Kabupaten Tuban memperioritaskan terkait pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Pertanian (SPBP).
Petani juga meminta dan mendesak agar masalah ini segera terselesaikan dan teratasi secepatnya mengingat tanaman padi saat ini usianya juga masih dini.

Disisi lain, kundono selaku penggurus HIPPA dan perwakilan dari beberapa petani di wilayah kecamatan Widang meminta kepada pemerintah setempat untuk mencari solusi tercepat, agar pendistribusian BBM jenis solar bisa segera bisa di dapatkan oleh para petani.
“Kami meminta agar untuk sementara pengambilan BBM solar di alihkan ke SPBU Bunut sambil menunggu SPBU compreng dapat kiriman lagi, sebagai bentuk solusi tercepat”
Dan harapan kami kalau sudah ada pengalihan pengambilan di SPBU Bunut agar pihak Polsek dan Koramil setempat ikut mengawal proses itu, biar tidak ada kejadian serupa di SPBU Compreng, tambah Kundono.
Di tempat terpisah ketua KTNA ( Kontak Tani Nelayan Andalan) kecamatan Widang Bapak Kundari memberikan apresiasi kepada FORKOPIMCA Widang sudah bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak” Terkait agar tuntutan para petani bisa segera terrealisasi.
Sampai berita ini diterbitkan petani meminta agar pemerintah segera mendesak PERTAMINA PATRA NIAGA agar segera memberikan solusi terkait di hentikanya pengiriman BBM jenis solar di SPBU compreng. (Red)






