Dispersip Kabupaten Probolinggo Raih Akreditasi B+, Target Kembangkan Koleksi Buku dan Tambah Tenaga Perpustakaan

Berita32 views

Probolinggo,Komposisinews.com -Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo meraih akreditasi B+ dengan nilai 89,49. Meski mengalami peningkatan dari predikat C pada penilaian tiga tahun sebelumnya, pengembangan koleksi buku dan penambahan tenaga perpustakaan masih menjadi pekerjaan rumah untuk mengejar predikat A.

Hasil reakreditasi tersebut disampaikan oleh Asesor Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Deni Kurniadi di ruang Pustakaloka Kantor Dispersip Kabupaten Probolinggo, Kamis (22/10/26). Penyampaian hasil tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Asesor Perpusnas RI Deni Kurniadi dan Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto serta diikuti oleh keluarga besar Dispersip Kabupaten Probolinggo.

Asesor Perpusnas RI Deni Kurniadi mengatakan peningkatan peringkat tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan dokumen dan verifikasi langsung terhadap kondisi perpustakaan. Penilaian mencakup enam komponen, yakni penyelenggaraan, pengelolaan, koleksi, layanan, sarana dan prasarana serta tenaga perpustakaan.

“Sekarang karena kami melihat sudah ada peningkatan dan perbaikan, perpustakaan ini kami nilai kembali dengan peringkat B+. Ini sudah bagus karena sebelumnya mendapatkan nilai C,” katanya.

Namun, capaian tersebut belum menjadi akhir dari upaya peningkatan kualitas perpustakaan daerah. Masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki agar Dispersip Kabupaten Probolinggo dapat memenuhi standar untuk meraih akreditasi A.

“Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah koleksi bahan pustaka. Penambahan buku secara signifikan diperlukan agar masyarakat memiliki akses terhadap bahan bacaan yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Deni menerangkan ketersediaan tenaga perpustakaan juga perlu diperkuat. Saat asesmen berlangsung, Dispersip tercatat memiliki empat tenaga perpustakaan. Sementara kebutuhan minimal untuk mencapai nilai A adalah 10 orang.

“Dari segi koleksi masih perlu ada penambahan yang signifikan. Tenaga perpustakaannya juga masih perlu dikembangkan. Sekarang masih ada empat orang, sedangkan untuk mencapai nilai A minimal 10 orang,” terangnya.

Artinya, berdasarkan kebutuhan yang disampaikan asesor tersebut, masih diperlukan sedikitnya enam tenaga perpustakaan tambahan untuk memenuhi jumlah minimal yang disebutkan sebagai salah satu persyaratan menuju predikat A.

“Persoalan berikutnya adalah memperluas keanggotaan perpustakaan. Deni menyebut jumlah anggota saat ini sekitar 15.000 orang. Jika menggunakan acuan 10 persen dari perkiraan penduduk Kabupaten Probolinggo sebanyak 1,2 juta jiwa, jumlah anggota yang dituju mencapai sekitar 120.000 orang,” tegasnya.

Karena itu, Deni mendorong agar rekomendasi hasil akreditasi dibahas bersama pimpinan daerah. Dukungan kebijakan dan anggaran dinilai penting untuk memperkuat koleksi, memenuhi kebutuhan tenaga serta mengembangkan layanan perpustakaan.

“Kami berharap rekomendasi ini bisa dikomunikasikan dengan pimpinan daerah, terutama terkait anggaran, pengembangan tenaga dan pengembangan koleksi. Komitmen pemerintah daerah sangat menentukan agar peringkat yang sudah diperoleh bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo Ulfiningtyas mengungkapkan hasil ini wujud nyata dari komitmen kuat, dedikasi serta kerja keras seluruh jajaran Dispersip Kabupaten Probolinggo dalam menghadirkan tata kelola perpustakaan yang sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).

“Komponen penilaian utama meliputi koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga pengelola serta penyelenggaraan dan pengelolaan,” ungkapnya.

Menurut Ulfi, perpustakaan tidak lagi hanya sekadar sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat berbasis inklusi sosial. “Kami tidak akan berhenti pada capaian ini. Kami akan menjadikan hasil asesmen sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai indikator yang masih dapat ditingkatkan, dengan target jangka menengah menuju akreditasi A,” terangnya.

Ulfi menegaskan akreditasi B+ dengan nilai 89,49 adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Ini adalah kado literasi yang membanggakan dan kami berkomitmen untuk terus merawat serta menyalakan semangat membaca demi mewujudkan sumber daya manusia Kabupaten Probolinggo yang cerdas, kreatif dan berdaya saing,” tambahnya.

Sedangkan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan perpustakaan Kabupaten Probolinggo sedang menjalani reakreditasi oleh tim asesor pusat untuk menentukan kelas. Ini langkah strategis seiring dengan misi Bupati Probolinggo dengan 5 misinya khusus SAE Pemerintahan.

“Literasi suatu keniscayaan yang memerlukan inovasi dan diseminasi agar literasi menjadi kebutuhan sehingga mampu meningkatan kapasitas masyarakat untuk berusaha/berwirausaha. Dengan perubahan status akan mempengaruhi dukungan anggaran pusat pada perpustakaan daerah dalam pengembangan layanan perpustakaan dan pengarsipan,” ungkapnya. ( Fahrul )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *