LDK OSIS SMP Negeri 1 Kromengan: Cetak Pemimpin Muda Berintegritas dan Berjiwa Pancasila

Berita34 views

Kromengan,Komposisinews.com – SMP Negeri 1 Kromengan menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS Masa Bhakti 2026–2027 selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 1–3 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 19 siswa yang dipersiapkan menjadi pengurus OSIS dengan bekal kepemimpinan, kedisiplinan, kemampuan berorganisasi, serta karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Pelaksanaan LDK dipandegani oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Bapak Muhammad Faisol Rizza, S.Pd, Pembina OSIS, bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, serta anggota OSIS periode sebelumnya sebagai bagian dari kepanitiaan. Kegiatan juga mendapat dukungan lintas organisasi siswa, yaitu Tim Pasuska, Paskibra, dan PMR SMP Negeri 1 Kromengan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan kerja sama antarsiswa.

Kegiatan LDK dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 1 Kromengan, Eko Yudi Susilo, M.Pd., bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pembukaan LDK mengangkat tema “Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan yang Berkarakter Pancasila.” Dalam amanatnya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar untuk dibacakan pada saat upacara atau dihafalkan ketika pembelajaran, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa pemimpin yang baik bukan diukur dari jabatan yang dimiliki ataupun banyaknya orang yang mengikuti perintahnya. Seorang pemimpin justru dinilai dari kemampuannya memberikan teladan, bertanggung jawab, serta membawa kebaikan bagi lingkungan di sekitarnya. Nilai-nilai dalam lima sila Pancasila kemudian dikaitkan secara langsung dengan praktik kepemimpinan di lingkungan sekolah. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa diwujudkan melalui sikap jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab diwujudkan dengan menghargai seluruh anggota tanpa membeda-bedakan teman maupun kelompok.


Sementara itu, nilai Persatuan Indonesia tercermin melalui kemampuan pengurus OSIS dalam merangkul seluruh siswa untuk bekerja sama meskipun memiliki latar belakang, karakter, kemampuan, dan cara berpikir yang berbeda. Nilai musyawarah diwujudkan melalui kebiasaan berdiskusi dan mendengarkan pendapat sebelum mengambil keputusan, sedangkan nilai keadilan diterapkan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk berpartisipasi dan mengembangkan potensinya.

“Kepemimpinan tidak dimulai ketika seseorang mendapatkan jabatan, tetapi dimulai dari kebiasaan kecil: berani berkata benar, mau bertanggung jawab, mau membantu orang lain, mau mendengarkan, dan mau menjadi contoh yang baik,” pesan Kepala Sekolah kepada peserta LDK.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap lahir pengurus OSIS yang tidak hanya mampu menjalankan program organisasi, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, kedisiplinan, dan karakter Pancasila.
Membekali Siswa dengan Keterampilan Kepemimpinan
LDK OSIS dilaksanakan sebagai langkah nyata sekolah dalam membekali para pengurus OSIS dengan pengetahuan dan keterampilan dasar berorganisasi. Salah satu tujuan utamanya adalah membangun jiwa kepemimpinan atau leadership, sehingga peserta mampu bersikap tegas, berani mengambil keputusan, serta mampu mengarahkan dan memotivasi rekan-rekannya.
Selain itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kemampuan organisasi dan manajemen, mulai dari penyusunan program kerja, pembuatan proposal kegiatan, manajemen waktu, hingga dasar-dasar penyelenggaraan sebuah kegiatan.
Aspek kerja sama tim atau teamwork juga menjadi perhatian penting.

Melalui dinamika kelompok dan berbagai kegiatan praktik, peserta dilatih mengurangi sikap individual, membangun kepercayaan, meningkatkan kekompakan, serta memahami pentingnya koordinasi dalam sebuah organisasi.
LDK juga diarahkan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan peserta dengan menanamkan nilai integritas, tanggung jawab, etika komunikasi, serta sikap disiplin dalam melaksanakan tugas.
Peserta turut dibekali kemampuan problem solving agar mampu berpikir kritis, tanggap, dan tetap tenang dalam menghadapi tantangan maupun perbedaan pendapat di dalam organisasi. Kemampuan komunikasi dan public speaking juga dilatih agar siswa memiliki keberanian menyampaikan ide, memimpin rapat, serta berbicara secara jelas dan santun di depan umum.

Materi dari Kepemimpinan hingga Tata Kelola Organisasi
Selama tiga hari kegiatan, peserta memperoleh berbagai materi yang berkaitan langsung dengan tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus OSIS. Pada materi kepemimpinan dan pembentukan karakter, siswa mempelajari konsep dasar kepemimpinan, gaya kepemimpinan, peran seorang pemimpin, manajemen diri, kedisiplinan, etika, integritas, serta manajemen waktu.
Materi tata kelola organisasi juga diberikan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai keorganisasian dan ke-OSIS-an, struktur organisasi, pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab setiap bidang. Para peserta juga dilatih menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan memberikan manfaat bagi warga sekolah. Pembekalan administrasi meliputi pembuatan surat resmi, proposal kegiatan, hingga penyusunan Laporan Pertanggungjawaban atau LPJ. Sementara dalam manajemen keuangan, siswa dikenalkan dengan dasar pengelolaan anggaran, pencatatan kas, dan pembuatan laporan keuangan kegiatan.

Belajar melalui Praktik dan Simulasi
Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, peserta mengikuti berbagai kegiatan praktik dan simulasi. Simulasi rapat dan persidangan digunakan untuk melatih siswa memahami tata cara diskusi formal, menyampaikan pendapat, menerima masukan, dan mengambil keputusan secara musyawarah.
Kegiatan outbound dan permainan dinamika kelompok menjadi sarana untuk melatih kekompakan, ketangkasan, keberanian, kepercayaan antarteman, serta semangat pantang menyerah. Pembentukan karakter disiplin juga dilakukan melalui latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Dalam pelaksanaannya, peserta mendapat dukungan dari anggota Paskibra dan unsur pembina sehingga latihan tidak hanya berorientasi pada gerakan fisik, tetapi juga pada fokus, ketepatan, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap instruksi.

Kegiatan senam pagi turut dilaksanakan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran peserta. Aktivitas tersebut sekaligus mendukung pembiasaan hidup sehat sebagaimana semangat Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Penguatan Karakter Spiritual. Selain kemampuan kepemimpinan dan organisasi, LDK OSIS SMP Negeri 1 Kromengan juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter spiritual peserta.
Peserta melaksanakan salat berjamaah di mushala sekolah. Petugas azan dipercayakan kepada peserta LDK sebagai bentuk latihan tanggung jawab dan keberanian dalam menjalankan tugas keagamaan.

Setelah shalat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Ustadz Dongky. Kegiatan keagamaan ini diharapkan mampu menumbuhkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat pemahaman bahwa seorang pemimpin harus memiliki landasan moral dan spiritual yang baik.
Kolaborasi Lintas Organisasi Siswa
Keberhasilan kegiatan LDK juga tidak lepas dari keterlibatan berbagai organisasi siswa di SMP Negeri 1 Kromengan. Anggota Tim Pasuska, Paskibra, PMR, dan OSIS periode sebelumnya turut membantu pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas masing-masing.
Kolaborasi tersebut menjadi pembelajaran langsung bahwa sebuah kegiatan besar tidak dapat dilaksanakan secara individual. Kerja sama, komunikasi, pembagian tugas, dan rasa saling percaya menjadi bagian penting dari proses pendidikan kepemimpinan.

Keterlibatan OSIS periode sebelumnya juga memberikan kesempatan terjadinya proses regenerasi organisasi. Para pengurus lama dapat berbagi pengalaman sekaligus membantu mempersiapkan generasi penerus agar mampu melanjutkan program-program positif di sekolah.
Peserta Antusias dan Kegiatan Terpantau. Selama rangkaian LDK berlangsung, para peserta terlihat sehat, antusias, senang, dan aktif mengikuti setiap agenda. Berbagai kegiatan yang disusun tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam bekerja sama, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab. Perkembangan kegiatan juga dilaporkan secara berkala kepada bapak dan ibu guru serta wali murid. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari keterbukaan informasi sekaligus upaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan terpantau dengan baik.

Setelah berlangsung selama tiga hari, seluruh rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS SMP Negeri 1 Kromengan Masa Bhakti 2026–2027 ditutup melalui apel penutupan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB. Berakhirnya kegiatan LDK bukan menjadi akhir dari proses belajar para peserta. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi 19 calon pengurus OSIS untuk menerapkan berbagai pengetahuan, pengalaman, dan nilai yang telah diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan organisasi maupun keseharian di sekolah. SMP Negeri 1 Kromengan berharap pengurus OSIS Masa Bhakti 2026–2027 mampu tumbuh menjadi pemimpin muda yang berintegritas, disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, mampu bekerja sama, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam setiap langkah kepemimpinannya.
“Jadilah pemimpin yang memberi teladan, bukan sekadar meminta kepatuhan.” ( Makin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *