Proyek Saluran U-Ditch di Babadan Surabaya Dikritik Warga: Diduga Dikerjakan Asal-Asalan dan Abaikan Standar K3

Berita3 views

Surabaya,Komposisinews.com – Pelaksanaan proyek pemasangan saluran beton (U-Ditch) di kawasan pemukiman padat penduduk, tepatnya di Jl. Babadan No. 117, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, menuai sorotan tajam.

Pengerjaan proyek yang terekam pada Rabu (23/9/26) sore ini dinilai sarat akan potensi pelanggaran spesifikasi teknis dan mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi.

​Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian (TKP), pengerjaan prapemasangan komponen precast terlihat sangat memprihatinkan.
​Penutup beton (cover U-Ditch) diletakkan secara acak, melintang, dan tidak rapat, bahkan ditumpuk begitu saja di atas sisa-sisa puing material.

Hal ini mengindikasikan metode kerja yang tidak sesuai standar teknis, di mana seharusnya komponen precast dipasang di atas dudukan landasan (pasiran/sirtu) yang rata.

​Selain penataan yang tidak rapi, ditemukan pula beberapa material penutup/komponen beton dalam kondisi retak hingga gumpil/pecah pada bagian sudutnya. Kerusakan fisik pada material ini diduga akibat benturan saat proses penurunan material (unloading) atau penumpukan yang dipaksakan di atas reruntuhan batu bata dan puing-puing bongkaran secara kasar.

Penggunaan material beton yang sudah rusak/retak ini dikhawatirkan dapat mengurangi daya tahan bentang beban dan mempercepat pengeroposan struktur saluran di kemudian hari.
​Tak hanya teknis pengerjaan, masalah housekeeping atau pembersihan sisa material di lokasi juga sangat buruk. Puing-puing bekas bongkaran beton, batu bata, dan paving dibiarkan berserakan menutupi akses jalan warga tanpa adanya area penampungan sementara (stockpile) yang jelas.

​Sangat Membahayakan dan Mengabaikan Standar K3

​Kondisi di lapangan semakin parah dengan ditemukannya sejumlah pelanggaran elemen K3 Konstruksi, antara lain:
1. Tanpa Barikade Pengaman: Di sepanjang area galian tidak dipasang garis pembatas (warning tape), barikade seng, maupun jaring pengaman (safety net). Kondisi ini sangat rawan memicu kecelakaan, terutama bagi warga pemukiman, anak-anak, dan lansia yang melintas.
2. Akses Rumah Warga Terblokir: Tumpukan material dan material galian menutup langsung akses keluar-masuk rumah warga tanpa disediakan jembatan penyeberangan darurat yang layak dan aman.
3. ​Minim Rambu Informasi Keselamatan: Tidak ditemukan adanya rambu-rambu peringatan seperti “Awas Galian” atau panduan rute alternatif bagi pejalan kaki. Ironisnya, papan plang informasi proyek dilaporkan baru dipasang pada hari ini.

​Warga setempat berharap pihak dinas terkait dan kontraktor pelaksana segera mengambil langkah tegas untuk membenahi metode pengerjaan, mengganti komponen beton yang retak/rusak, serta menerapkan standar K3 demi keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi proyek. (Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *