Surabaya,Komposisinews.com – 17 September 2026 — Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kabinet Sinergi Juang BEM UHT periode 2025–2026 di Ruang Seminar Rektorat UHT, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk mengevaluasi perjalanan satu periode kepengurusan, mulai dari pelaksanaan program kerja, capaian, hambatan, hingga dampak yang dihasilkan bagi mahasiswa, institusi dan masyarakat.
Kegiatan dihadiri Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng, Kepala BKKA Budi Priyono, S.Sos., M.M, Pembina BEM Apt. Farizah Izazi, S.Farm., M.Farm, serta Kepala BAKU Laksamana Pertama TNI (Purn) Erjawan, S.M. Hadir pula Presiden BEM UHT Raihan Asfi Priadi dan Wakil Presiden BEM UHT Mochamad Dewa Surya Fijana, bersama jajaran pengurus BEM UHT.
Dalam sambutannya, Rektor UHT mengapresiasi dedikasi, kerja keras, dan kontribusi nyata pengurus BEM selama menjalankan roda organisasi. Rektor menegaskan bahwa Monev tidak cukup hanya mencatat kegiatan yang telah dilaksanakan. Setiap program harus memiliki target yang jelas dan dapat diukur, sehingga terlihat apa capaiannya dan apa dampaknya.
Rektor juga meminta agar capaian prestasi mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun internasional, turut dihimpun secara periodik. Prestasi tersebut penting menjadi bagian dari capaian organisasi sekaligus tolok ukur dan pembanding bagi kepengurusan berikutnya. Dengan data tersebut, perkembangan prestasi mahasiswa dari satu periode ke periode berikutnya dapat terlihat lebih jelas.
Selain capaian, Rektor menekankan pentingnya mencatat berbagai hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program, termasuk kendala fasilitas yang dapat memengaruhi kegiatan mahasiswa. Karena itu, laporan Monev idealnya tidak hanya berisi kegiatan yang terlaksana, tetapi juga capaian, dampak, hambatan, evaluasi serta tindak lanjutnya.
Sementara itu, Ka. BAKU memberikan arahan mengenai pentingnya ketegasan, disiplin, komunikasi, kolaborasi dan kualitas dalam menjalankan organisasi. Aktivitas BEM harus tetap seimbang dengan kewajiban akademik mahasiswa. Komunikasi juga perlu diperkuat, baik di internal BEM maupun dengan organisasi mahasiswa fakultas, dosen dan unsur universitas.
Ka. BAKU juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari jumlah program atau persentase pelaksanaannya, tetapi dari kualitas dan manfaat yang dihasilkan. Kegiatan BEM diharapkan memberikan manfaat bagi mahasiswa, institusi, masyarakat, maupun pemerintah. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Dalam laporan akhir periode, BEM Kabinet Sinergi Juang memaparkan berbagai program yang telah dilaksanakan, antara lain penguatan organisasi dan kepemimpinan mahasiswa, kegiatan sosial dan kemanusiaan, pengabdian masyarakat, webinar internasional, serta program lingkungan Hang Tuah Peduli Alam (HAPAL) dengan penanaman sekitar 250 bibit mangrove di Wonorejo.
BEM juga menjalankan fungsi penyampaian aspirasi mahasiswa melalui audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan dan kegiatan sambang fakultas sebagai jembatan komunikasi antara mahasiswa, organisasi fakultas dan universitas.
Dalam forum tersebut, BEM secara terbuka menyampaikan program yang telah berjalan maupun yang belum terlaksana. Hal ini menjadi bagian dari pertanggungjawaban sekaligus bahan pembelajaran untuk perbaikan organisasi pada periode berikutnya.
Di akhir arahannya, Ka. BAKU mengingatkan pentingnya regenerasi. Pengurus tidak hanya dituntut menyelesaikan amanah satu periode, tetapi juga perlu melibatkan, membina dan mempersiapkan mahasiswa berikutnya agar mampu meneruskan keberlangsungan roda organisasi. (Vio)












