Kebiasaan Tari Remo di SDN Sidotopo IV/51 Surabaya, Mengenalkan Kesenian Tradisional Jawa Timur

Berita16 views

Surabaya,Komposisinews.com – Siswa-siswi SDN Sidotopo IV/51 memiliki kebiasaan melestarikan budaya daerah melalui kegiatan tari remo. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara sekolah mengenalkan kesenian tradisional Jawa Timur kepada para siswa sejak usia dini.

Tari remo merupakan salah satu tarian tradisional khas Jawa Timur yang memiliki gerakan dinamis dan penuh semangat. Di SDN Sidotopo IV/51 Surabaya, para siswa dibiasakan untuk mengenal dan mempelajari gerakan tari remo melalui kegiatan seni dan latihan bersama.

Kegiatan tari remo tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menari, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, siswa belajar tentang kedisiplinan, kekompakan, keberanian, serta tanggung jawab.

Selain dalam kegiatan latihan, tari remo juga dapat ditampilkan dalam berbagai acara sekolah, seperti peringatan hari besar, kegiatan budaya, dan acara penyambutan. Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkenalkan kesenian tradisional kepada warga sekolah.

Kebiasaan melestarikan tari remo di SDN Sidotopo IV/51Surabaya diharapkan dapat terus dilakukan. Dengan mengenalkan budaya sejak dini, generasi muda diharapkan tidak melupakan kesenian tradisional dan mampu ikut menjaga warisan budaya Jawa Timur. Selasa (15/9/26).

Kepala SDN Sidotopo IV/51, Sarwenda Budi Pratiwi, M.Pd., menyampaikan,” bahwa kegiatan tari remo merupakan salah satu upaya sekolah untuk mengenalkan dan melestarikan budaya daerah kepada siswa.

Menurutnya, tari remo tidak hanya mengajarkan siswa tentang seni dan budaya, tetapi juga membentuk sikap disiplin, percaya diri, serta kekompakan. Dengan adanya kegiatan tari remo, siswa diharapkan semakin mencintai budaya Jawa Timur dan memiliki kepedulian untuk melestarikannya.

β€œMelalui tari remo, kami ingin mengenalkan budaya daerah kepada anak-anak sejak dini. Kami berharap mereka dapat mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya tradisional agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” ujar Sarwenda Budi Pratiwi, M.Pd. ( Suherman )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *