PROBOLINGGO,Komposisinews.com -Semarak Hari Jadi ke-668 Kota Probolinggo semakin istimewa dengan digelarnya Batik in Motion 2026, sebuah perhelatan budaya dan fesyen yang mengangkat batik sebagai warisan budaya sekaligus kekuatan ekonomi kreatif daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes., bersama jajaran Pemerintah Kota Probolinggo. Perhelatan ini juga dihadiri para tamu undangan dari berbagai daerah, termasuk seluruh kepala daerah se-Jawa Timur, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, perajin batik, desainer, komunitas, serta masyarakat Kota Probolinggo.
Batik in Motion 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-668 Kota Probolinggo. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan busana batik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kreativitas, inovasi, serta potensi batik dan industri fesyen lokal kepada masyarakat luas.
Beragam karya batik ditampilkan dalam balutan busana yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan sentuhan modern. Para peserta tampil membawa semangat bahwa batik bukan sekadar kain warisan leluhur, melainkan identitas budaya yang dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kehadiran para kepala daerah se-Jawa Timur menjadi bagian penting dalam gelaran tersebut. Momentum ini sekaligus memperlihatkan semangat kolaborasi dan kebersamaan antardaerah dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan Indonesia, khususnya batik.
Batik Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
Dalam semangat Hari Jadi ke-668, Batik in Motion 2026 juga menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Probolinggo.
Batik memiliki potensi besar untuk menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perajin, UMKM, desainer, industri fesyen hingga sektor pariwisata. Karena itu, pengembangan batik tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kota Probolinggo melalui kegiatan tersebut menunjukkan komitmennya untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif agar mampu mengembangkan produk lokal yang memiliki daya saing.
Batik in Motion Pecahkan Rekor MURI
Puncak kemeriahan Batik in Motion 2026 ditandai dengan pecahnya rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) melalui penyelenggaraan kegiatan batik yang melibatkan peserta dalam jumlah besar.
Pencapaian tersebut menjadi kado istimewa dalam peringatan Hari Jadi ke-668 Kota Probolinggo. Rekor MURI tersebut sekaligus mencatatkan Batik in Motion 2026 sebagai salah satu momentum bersejarah dalam perjalanan Kota Probolinggo.
Suasana semakin semarak ketika para peserta mengenakan busana batik dengan beragam motif dan desain. Ribuan corak dan warna batik yang ditampilkan menjadi gambaran nyata kekayaan budaya Indonesia sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam melestarikan batik.
Keberhasilan memecahkan rekor MURI bukan hanya menjadi sebuah pencapaian seremonial, tetapi juga menjadi pesan bahwa budaya dapat dirayakan dengan cara yang kreatif, modern, kolaboratif, dan melibatkan masyarakat secara luas.
Kado Istimewa Hari Jadi ke-668
Bagi Kota Probolinggo, Batik in Motion 2026 menjadi bagian dari perjalanan penting dalam memperingati usia ke-668. Kehadiran Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes., bersama para kepala daerah se-Jawa Timur memperkuat makna kegiatan sebagai ajang kebersamaan dan promosi budaya.
Momentum tersebut diharapkan mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap batik sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda untuk ikut menjaga warisan budaya bangsa.
Batik in Motion 2026 juga diharapkan dapat menjadi agenda budaya yang berkelanjutan dan semakin besar pada tahun-tahun mendatang, sehingga Kota Probolinggo tidak hanya dikenal sebagai kota dengan sejarah dan potensi pariwisata, tetapi juga sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan industri kreatif dan pelestarian budaya.
(fahrul)












