SIDOARJO, Komposisinews.com– Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hang Tuah (FISIP UHT) Surabaya bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Bahari Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan potensi Desa Wisata Gisik Cemandi.
Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Program Kerja Pokdarwis Pesona Bahari Tahun 2026–2030 yang digagas bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FISIP UHT dan pengurus Pokdarwis Pesona Bahari. Penyerahan berlangsung di Kantor Kepala Desa Gisik Cemandi, Jumat (28/8/2026).
Dua dokumen tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam proses revitalisasi kelembagaan Pokdarwis Pesona Bahari. Dengan adanya struktur organisasi, AD/ART, serta program kerja yang lebih terarah, Pokdarwis diharapkan memiliki fondasi kelembagaan yang kuat untuk mengembangkan potensi wisata sekaligus menggerakkan pemberdayaan masyarakat desa.

Ketua Tim PkM FISIP UHT, Dr. Lunariana Lubis, S.T., M.AP., mengatakan revitalisasi kelembagaan tidak hanya menghasilkan dokumen administratif, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kembali semangat dan arah bersama dalam pengembangan wisata Gisik Cemandi.
“Selain AD/ART dan program kerja, kami juga menyepakati logo baru Pokdarwis Pesona Bahari sebagai identitas lembaga. Logo tersebut menjadi bagian dari semangat baru dengan susunan kepengurusan yang baru dan telah tercantum dalam dokumen AD/ART,” ujarnya.
Kepala Desa Gisik Cemandi, Muhammad Alimin, menyambut positif hasil kolaborasi tersebut. Menurutnya, revitalisasi Pokdarwis menjadi langkah strategis yang dibutuhkan sebagai fondasi awal dalam mengembangkan Desa Wisata Gisik Cemandi.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Pesona Bahari terpilih, Dhohir, menilai kolaborasi dengan FISIP UHT membuka kembali ruang untuk menghidupkan berbagai gagasan pengembangan wisata yang selama ini belum terlaksana dan belum terkoordinasi secara optimal.
“Kolaborasi ini menjadi momentum untuk melanjutkan kembali gagasan-gagasan yang selama ini masih belum terlaksana dan terkoordinasi dengan baik,” kata Dhohir.
Terpilihnya Dhohir sebagai Ketua Pokdarwis Pesona Bahari diharapkan semakin menggairahkan keterlibatan kaum muda dan para penggiat wisata di Gisik Cemandi. Dhohir bukan sosok baru dalam kehidupan masyarakat setempat. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat yang cukup disegani karena kontribusinya dalam pemberdayaan ekonomi para nelayan Gisik Cemandi.
Dalam pengembangan ekonomi pedesaan, Dhohir juga selama ini mendorong penguatan akses permodalan bagi nelayan. Menurutnya, akses terhadap modal bukan sekadar persoalan finansial, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional nelayan, termasuk untuk pengadaan alat tangkap dan pemeliharaan armada.
Sebelum masyarakat memperoleh akses yang lebih baik terhadap perbankan formal, sebagian nelayan menghadapi ketergantungan terhadap modal informal yang berpotensi menempatkan mereka dalam struktur pasar yang eksploitatif. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah jerat sistem informal (debt bondage).
Upaya Dhohir dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan tersebut bahkan pernah mendapat perhatian dan liputan khusus dari CNN Indonesia.
Tim PkM FISIP UHT yang turut hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Deasy Arieffiani, S.IP., M.Si., Dewi Caswiwati, S.IP., M.Si., Ph.D., Ni Putu Hera Pratama, S.AB., M.Tr.AP., serta mahasiswa Nina Fauziah.
Penyerahan dokumen AD/ART dan program kerja tersebut sekaligus menandai selesainya rangkaian kegiatan PkM FISIP UHT yang telah dilaksanakan selama April–Agustus 2026. Pendampingan akan dilanjutkan pada Tahun Akademik 2026/2027 melalui program pengembangan kapasitas Pokdarwis.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat dukungan anggaran dari Prokera FISIP UHT.
Kolaborasi FISIP UHT dan Pokdarwis Pesona Bahari menjadi bagian dari komitmen Universitas Hang Tuah dalam memperkuat peran perguruan tinggi di tengah masyarakat. Melalui pendampingan, inovasi, dan penguatan kapasitas kelembagaan, UHT berupaya memastikan potensi desa tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial masyarakat.
Kehadiran UHT di Gisik Cemandi sekaligus menegaskan semangat kampus berdampak: membangun desa, memberdayakan masyarakat, dan mendorong lahirnya kemandirian yang berkelanjutan.(vio)












