Probolinggo,Komposisinews.com -Kreativitas siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Probolinggo dalam bidang keterampilan tata boga mulai menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Berlokasi di Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, para siswa mengembangkan sejumlah produk unggulan dengan mengedepankan inovasi rasa, kemasan dan potensi pasar.
Dua produk yang kini menjadi unggulan adalah Sambel Man-Two dan Susu Rempah Nusantara (Sarena). Sambel Man-Two hadir dalam tiga varian meliputi sambal bawang, sambal teri dan sambal cumi. Sementara Sarena dibuat menggunakan bahan alami dengan racikan rempah pilihan yang ditujukan sebagai minuman berbasis rempah.
Keberhasilan dari produk-produk tersebut tidak lepas dari binaan langsung dari Pembina Keterampilan Tata Boga MAN 2 Probolinggo Nur Ummi Kulsum dan Elin Khoirun Nisak. Produk-produk tersebut kini tidak hanya diperkenalkan di lingkungan sekolah. MAN 2 Probolinggo mulai memperluas pengenalan produk kepada masyarakat. Sejumlah konsumen bahkan telah memberikan testimoni setelah mencicipi produk buatan para siswa.
Wakil Kepala Kurikulum MAN 2 Probolinggo Dian Aprilia Fridawati mengatakan pengembangan produk tata boga harus terus diarahkan agar memiliki daya saing ketika dipasarkan di luar lingkungan sekolah. “Terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan siswa, mulai dari inovasi rasa, variasi produk, kemasan hingga kelengkapan legalitas,” katanya.
Saat memberikan evaluasi terhadap sambal teri, Dian menilai cita rasa gurih yang dihasilkan sudah cukup baik. Namun, ia mendorong siswa untuk membuat variasi tingkat kepedasan sehingga dapat menjangkau konsumen dengan selera berbeda. “Kalau menggunakan level mungkin lebih baik. Nanti tertulis Sambal Teri Level 1, Level 2, karena ada orang yang suka sangat pedas, sedang atau bahkan tidak pedas,” lanjutnya.
Selain cita rasa, aspek legalitas juga menjadi perhatian. Dian menilai informasi mengenai tanggal kedaluwarsa dan label halal penting dicantumkan sebelum produk dipasarkan secara lebih luas. “Kalau sudah ada tanggal expired dan label halalnya, itu sudah aman untuk kita memasarkan ke luar,” jelasnya.
Dian juga memberikan evaluasi terhadap produk minuman Alpukat Kocok yang dikembangkan siswa. Minuman tersebut memiliki rasa yang sesuai untuk dikonsumsi pada siang hari. “Untuk diminum siang hari saat panas-panas, rasanya nikmat banget. Manisnya menurut saya sudah pas, tidak kurang dan tidak lebih,” terangnya.
Ia mendorong siswa terus melakukan inovasi rasa dengan memanfaatkan bahan lokal dan buah musiman. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah perpaduan alpukat dengan nangka maupun durian.
“Kalau nanti mau mengembangkan rasa, alpukat bisa dicampur dengan rasa nangka. Bisa juga kalau musim durian, di-mix dengan durian. Itu bisa menjadi kreasi selanjutnya,” tegasnya.
Perhatian Dian juga tertuju pada tampilan kemasan. Ia meminta siswa memperbaiki pemasangan stiker agar produk terlihat lebih rapi dan profesional ketika ditawarkan kepada konsumen. “Ke depannya perlu diperhatikan supaya kemasannya lebih bagus,” tambahnya.
Produk Sambel Man-Two juga mendapatkan respons positif dari konsumen di luar Kabupaten Probolinggo. Salah satunya Farach Najad Izzati, mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Farach mengaku mendapatkan kiriman sambal produksi siswa MAN 2 Probolinggo dari ibunya. Ia kemudian mencicipi produk tersebut dan membandingkan rasanya dengan sambal yang biasa ditemuinya di Yogyakarta. “Di Jogja sambalnya manis-manis. Jadi aku dikirimin sambal sama Umiku, produksi dari sekolahnya MAN 2 Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Menurutnya, harga sambal yang ditawarkan cukup terjangkau dengan pilihan tiga varian rasa, yakni sambal cumi, sambal teri dan sambal bawang. “Ini murah banget, cuma Rp10 ribu dan ada tiga rasa, yaitu sambal cumi, sambal teri dan sambal bawang,” terangnya.
Dari ketiga varian tersebut, Farach memberikan perhatian khusus terhadap sambal cumi. Ia menilai potongan cumi yang terdapat dalam sambal cukup banyak dan berukuran besar sehingga cita rasanya terasa ketika disantap. “Untuk cuminya banyak banget, benar-benar banyak. Aku coba makan pakai nasi, kayak nasi anak kos. Ini enak banget dimakan sama nasi hangat sama telur,” ungkapnya.
Setelah mencicipi secara langsung, Farach memberikan penilaian positif terhadap produk tersebut. “Gila, ini enak banget dan murah banget. Cuminya gede-gede dan benar-benar kerasa,” tuturnya.
Ia mengapresiasi kreativitas siswa MAN 2 Probolinggo dalam mengembangkan produk makanan yang tidak hanya memiliki cita rasa, tetapi juga berpotensi menjadi produk unggulan. “Anak-anak MAN 2 Probolinggo oke banget buat ini. Semangat anak MAN 2. Nanti buat produk-produk yang lebih oke, nanti aku beli,” tambahnya.
Dengan dukungan sekolah dan masukan dari konsumen, produk Sambel Man-Two dan Sarena diharapkan terus berkembang sehingga mampu menjadi produk unggulan MAN 2 Probolinggo sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk belajar membangun usaha sejak di bangku madrasah.
(Fahrul)









