Stanislaos “Anis Roga” Koska Rani: Sang Petinju Kebanggaan Flores Kembali Berjuang, Kini untuk Sesama Lewat Aksi Kemanusiaan

Berita1 views

Surabaya,Komposisinews.com — Nama Stanislaos Koska Rani mungkin tak asing bagi pecinta olahraga tinju tanah air. Di atas ring, ia dikenal dengan nama panggilan Anis Roga, sosok putra daerah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia lewat jabat tangan dan pukulan-pukulan mematikan dalam kancah tinju profesional. Kini, meski tidak lagi bertanding di atas ring, semangat juangnya tak pernah padam — ia kembali berjuang, kali ini bukan untuk medali atau gelar, melainkan untuk meringankan beban masyarakat tanah kelahirannya yang baru saja diguncang musibah gempa bumi.

Melalui organisasi Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR) DPW Jawa Timur yang dipimpinnya, Anis Roga bergerak secara all out dan maksimal menggalang dana di beberapa titik di Kota Surabaya. Aksi kemanusiaan ini digelar sebagai wujud kepedulian nyata sang petinju kebanggaan Flores terhadap sesama warga daerahnya yang sedang berduka dan tertimpa musibah.

“Kita adalah saudara. Darah Flores mengalir di tubuh kita semua. Ketika saudara kita sedang tertimpa musibah, tidak ada alasan untuk berdiam diri. Inilah saatnya kita buktikan bahwa kita peduli,” ujar Anis Roga, Ketua PETIR DPW Jawa Timur, saat memimpin langsung penggalangan dana di Surabaya.

Dengan semboyan “Kita Petir, Kita Bersaudara, Peduli, Berbagi, dan Menghidupi”, Anis Roga dan jajarannya berkeliling mengumpulkan sumbangan dari masyarakat. Hasil yang diperoleh nantinya akan disalurkan secara transparan dan langsung kepada masyarakat yang terdampak gempa di Flores, melalui para relawan yang sudah dikerahkan ke lokasi bencana. Tidak ada biaya administrasi yang dipotong — setiap rupiah yang terkumpul akan sampai ke tangan yang membutuhkan.

Bagi Anis Roga, ini bukan sekadar kegiatan amal biasa. Ini adalah bentuk pengabdian seorang putra daerah yang pernah dibesarkan oleh tanah Flores, yang kini ingin membalas kasih sayang itu dengan cara membantu warganya bangkit dari keterpurukan.

“Dulu saya berjuang di ring untuk mengharumkan nama Indonesia dan nama Flores. Sekarang saya berjuang di jalanan, di tengah-tengah masyarakat, demi saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal, yang kehilangan keluarga. Perjuangan ini jauh lebih berat dan jauh lebih bermakna,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca namun penuh keyakinan.

Warga Surabaya pun antusias merespons langkah Anis Roga. Banyak warga yang datang bukan hanya untuk menyumbang, tetapi juga untuk menyapa sang petinju legendaris, menyampaikan apresiasi sekaligus doa agar bantuan ini dapat segera meringankan beban masyarakat Flores.

Hingga saat ini, penggalangan dana masih terus berjalan. Anis Roga berharap aksi ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut bergotong royong. “Kecil atau besar sumbangan itu tidak masalah. Yang terpenting adalah kebersamaan kita. Flores bangkit karena kita semua bersama,” tegasnya.

Hasil penggalangan dana yang terkumpul akan disalurkan langsung untuk kebutuhan mendesak korban gempa — mulai dari kebutuhan pangan, sandang, obat-obatan, hingga perbaikan tempat tinggal yang rusak. Transparansi penyaluran dana akan terus dilaporkan kepada masyarakat luas melalui kanal resmi PETIR DPW Jawa Timur, agar kepercayaan publik terjaga sepenuhnya.

Di atas ring, Stanislaos Koska Rani alias Anis Roga pernah menjadi kebanggaan. Namun hari ini, di luar ring, ia membuktikan bahwa ketangguhan sejati bukan hanya soal bertanding, melainkan juga soal hadir dan peduli ketika sesama sedang jatuh. (Nina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *