Festival Pawai budaya 19 Peserta ikut ambil Bagian memeriahkan Hut RI ke 81

Berita3 views

Probolinggo, Komposisinews.com – Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, berlangsung semarak. Sebanyak 19 kontingen turun ke jalan mengikuti Jrebeng Kidul Festival yang digelar di Lapangan Pasar Sapi Jrebeng Kidul, Minggu (23/8/2026) pagi.

Beragam atraksi menjadi suguhan utama dalam kegiatan tersebut. Iringan musik dug-dug Kalimosodo, parade sound hingga seni kolosal mengiringi perjalanan peserta yang berjalan dari kawasan Pasar Sapi Jrebeng Kidul menuju titik akhir di depan rumah Ketua RW 01 Jrebeng Kidul.

Pemandangan tersebut sontak mengundang perhatian warga. Masyarakat tampak antusias menyaksikan satu per satu kontingen melintas dengan membawa kreativitas masing-masing. Keterlibatan warga dari berbagai unsur membuat festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang partisipasi masyarakat.

Jrebeng Kidul Festival diprakarsai Pokmas Karang Emas Kelurahan Jrebeng Kidul sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT RI ke-81. Festival tersebut mengangkat tema **“Bersama Jrebeng Kidul, Lestarikan Budaya, Wujudkan Probolinggo Bersolek.”**

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan itu. Di antaranya Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, M.M., Kepala Dispopar Muhammad Abas, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan, S.STP., M.M., Sekcam Wonoasih Muhammad Avicinna Dipayana, S.SOS., M.S.A., para lurah se-Kecamatan Wonoasih, Ketua PKK se-Kecamatan Wonoasih, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPM, LKK serta Pokmas di lingkungan Kelurahan Jrebeng Kidul.

Kegiatan diawali dengan kunjungan Aries Santoso ke stan bazar UMKM yang disiapkan di lokasi festival. Berbagai produk yang ditampilkan menjadi gambaran mengenai aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus potensi usaha yang dapat terus dikembangkan di tingkat kelurahan.

Dari area bazar, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tarian penyambutan. Tarian tersebut dipadukan dengan iringan musical drumband yang membuat suasana di Lapangan Pasar Sapi Jrebeng Kidul semakin ramai.

Rangkaian kegiatan juga diwarnai aksi sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim dan penyerahan paket sembako kepada anak stunting. Agenda tersebut menjadi bagian dari kegiatan festival yang tidak hanya menonjolkan sisi budaya, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat.

Puncak pembukaan ditandai dengan pelepasan puluhan burung merpati oleh Aries Santoso bersama Kepala Dispopar, Camat Wonoasih, Lurah Jrebeng Kidul dan tamu undangan. Pelepasan burung merpati menjadi simbol dimulainya parade budaya yang telah dinantikan masyarakat.

Aries Santoso memberikan apresiasi atas inisiatif masyarakat Jrebeng Kidul dalam menggelar kegiatan tersebut. Menurutnya, Pokmas Karang Emas telah menunjukkan bahwa masyarakat mampu menciptakan kegiatan yang menggabungkan unsur budaya, kreativitas, sosial, dan potensi ekonomi lokal.

“Saya sangat mengapresiasi Pokmas Karang Emas yang telah menyelenggarakan Jrebeng Kidul Festival. Apalagi kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81. Ini merupakan bentuk kreativitas dan kebersamaan masyarakat,” ujar Aries.

Ia berharap kegiatan yang telah mendapatkan sambutan positif tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan. Menurutnya, Jrebeng Kidul Festival memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi agenda rutin yang mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus berkreasi.

Aries menyebut pelaksanaan festival minimal dapat dilakukan satu kali dalam setahun. Namun, apabila masyarakat dan pemerintah mampu menyusun konsep secara berkelanjutan, kegiatan pengembangan potensi masyarakat tersebut dapat dilakukan lebih sering, bahkan hingga empat kali dalam satu tahun.

“Kalau bisa minimal satu tahun sekali. Kalau kemudian bisa empat kali setahun tentu akan lebih bagus. Kegiatannya tidak harus selalu sama, bisa bergantian mengangkat budaya, UMKM dan potensi lokal yang ada,” katanya.

Menurut Aries, keberadaan kegiatan rutin akan memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Jrebeng Kidul. Produk UMKM dapat dipasarkan, sementara seni dan budaya lokal dapat terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Ia juga menekankan perlunya keterlibatan pemerintah dalam mendukung kreativitas warga. Sinergi antara masyarakat dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan dinilai menjadi kunci agar setiap gagasan yang muncul tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.

“Yang dibutuhkan adalah sinergi. Kreativitas masyarakat harus mendapatkan dukungan dari pemerintah, baik di kelurahan maupun kecamatan. Dengan begitu, apa yang sudah dimulai masyarakat dapat terus dikembangkan,” ungkap Aries.

Aries meyakini masih banyak potensi masyarakat Jrebeng Kidul yang belum tergali secara maksimal. Potensi tersebut bisa berasal dari bidang seni, budaya, ekonomi kreatif, maupun produk lokal yang selama ini dikembangkan secara mandiri oleh warga.

Karena itu, pemerintah menurutnya perlu aktif membuka ruang bagi masyarakat. Kegiatan festival, pertunjukan budaya, pameran produk lokal dan berbagai agenda UMKM dapat menjadi sarana untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi yang selama ini belum terlihat.

“Saya yakin masyarakat memiliki potensi-potensi yang tersembunyi. Pemerintah harus hadir untuk menggali potensi itu. Jangan sampai ada potensi yang bagus tetapi tidak mendapatkan ruang untuk berkembang,” tegas Aries.

Di sisi lain, Lurah Jrebeng Kidul Muhammad Gozhali, S.H., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam menyambut HUT RI ke-81. Pemerintah Kelurahan Jrebeng Kidul melalui Pokmas Karang Emas memilih konsep pawai budaya dan festival untuk memberikan ruang seluas-luasnya kepada warga.

Gozhali mengatakan tingkat partisipasi peserta sangat tinggi. Keterlibatan masyarakat datang dari berbagai lapisan, mulai RT, RW hingga kelompok pemuda yang turut mengambil bagian dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan.

“Alhamdulillah animo masyarakat sangat tinggi. RT, RW dan pemuda ikut terlibat. Kami melihat semangat masyarakat sangat luar biasa dalam menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.

Ia menyebut pembiayaan festival bersumber dari Dana Kelurahan (Dakel) Tahun 2026 dan partisipasi masyarakat Jrebeng Kidul. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan adanya semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan di lingkungan kelurahan.

Gozhali berharap pelaksanaan Jrebeng Kidul Festival dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Ia juga ingin keterlibatan masyarakat semakin besar sehingga konsep kegiatan bisa dikembangkan menjadi lebih menarik dan meriah.

“Harapan kami tentu tahun depan dan tahun-tahun berikutnya bisa lebih meriah lagi. Antusias masyarakat juga semakin meningkat dan semakin banyak potensi yang bisa ditampilkan,” harap Gozhali.

Setelah seluruh rangkaian pembukaan selesai, 19 kontingen kemudian bergerak mengikuti rute pawai. Atraksi yang ditampilkan sepanjang perjalanan membuat suasana Jrebeng Kidul semakin hidup dan menunjukkan kuatnya semangat warga dalam merayakan kemerdekaan.

Dari start di Pasar Sapi Jrebeng Kidul hingga finish di depan rumah Ketua RW 01, peserta terus menampilkan berbagai atraksi. Musik dug-dug Kalimosodo dan parade sound berpadu dengan seni kolosal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang menyaksikan.

Jrebeng Kidul Festival akhirnya bukan sekadar perayaan HUT RI ke-81. Kegiatan tersebut menjadi gambaran semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga budaya, mengembangkan kreativitas, menggerakkan UMKM, sekaligus memperkuat kebersamaan warga untuk membangun potensi Kelurahan Jrebeng Kidul. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *