Tumbuhkan Semangat Inklusi, SLB Negeri Kraksaan Gelar Karnaval Budaya Nusantara

Berita6 views

Probolinggo,Komposisinews.com -SLB Negeri Kraksaan menggelar Pawai Budaya bertema Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jum’at (21/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi peserta didik penyandang disabilitas untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membangun kepercayaan diri di ruang publik.

Karnaval diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari siswa, guru dan orang tua atau wali murid. Peserta berasal dari jenjang TKLB, SDLB, SMPLB hingga SMALB mulai dari tunanetra, tunarungu-wicara, tunagrahita, tunadaksa hingga autisme.

Kegiatan dibuka oleh Pengawas SLB Kabupaten Probolinggo Lilik Asriyah. Para peserta mengenakan beragam kostum dan atribut yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
Rangkaian karnaval dimulai dari wilayah Desa Asembakor Jalan Tamansari.

Para peserta kemudian berjalan kaki sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan odong-odong menuju Candi Jabung di Desa Jabung Candi Kecamatan Paiton. Dalam kegiatan tersebut disiapkan enam kendaraan serta sejumlah sepeda motor untuk mendukung mobilitas peserta.

Kepala SLB Negeri Kraksaan Wulandoko mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, karnaval menjadi ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk tampil, berekspresi dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang dapat dikembangkan.

“Anak-anak kita memiliki kemampuan dan potensi yang luar biasa. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan ruang agar mereka berani tampil, percaya diri dan merasa bahwa mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan budaya,” ujarnya.

Menurut Wulandoko, keikutsertaan siswa dalam karnaval juga menjadi bagian dari kampanye inklusi sosial. Masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ruang dan kesempatan dalam berbagai aktivitas di tengah masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa anak-anak disabilitas bukan hanya membutuhkan pendampingan, tetapi juga membutuhkan kesempatan. Ketika diberikan ruang, mereka mampu menunjukkan kreativitas dan kemampuan yang dimiliki,” jelasnya.

Wulandoko menambahkan, keterlibatan orang tua dalam kegiatan tersebut memiliki peran penting. Kehadiran orang tua memberikan dukungan emosional sekaligus rasa aman bagi anak ketika mengikuti kegiatan di ruang publik. Selain itu, keterlibatan orang tua memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi proses tumbuh kembang serta sosialisasi anak.

“Dukungan orang tua sangat penting. Ketika guru dan orang tua berjalan bersama, anak akan merasa lebih percaya diri. Ini juga menjadi bentuk kebanggaan bersama terhadap perkembangan dan kemampuan anak-anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wulandoko menerangkan kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan keberadaan SLB Negeri Kraksaan sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen memberikan layanan pendidikan ramah anak dan mendorong kemandirian peserta didik.

“Melalui karnaval ini, berbagai hasil pembelajaran dan pengembangan kreativitas siswa dapat ditampilkan dalam bentuk kostum, atribut maupun ekspresi seni. Peserta juga belajar membangun keberanian, berinteraksi dengan lingkungan dan mengikuti kegiatan secara bersama-sama,” terangnya.

Wulandoko berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan dalam berbagai aktivitas sekolah. “Harapan kami, anak-anak semakin percaya diri, orang tua semakin bangga dan masyarakat semakin terbuka terhadap keberadaan serta potensi penyandang disabilitas. Inklusi harus dibangun bersama, mulai dari sekolah, keluarga hingga masyarakat,” tegasnya.

Karnaval budaya tersebut juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong antara guru, siswa dan orang tua. Persiapan kostum, atribut hingga pendampingan selama perjalanan dilakukan secara bersama-sama demi memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.

“Dengan semangat Karnaval Budaya Nusantara, keluarga besar SLB Negeri Kraksaan turut mengisi peringatan kemerdekaan dengan pesan bahwa setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak untuk tampil, berkarya dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
(Fahrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *