Surabaya,Komposisinews.com – Menjelang pelaksanaan Latihan Operasi Amfibi (Latopsfib) pada Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026, Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., mendampingi Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata melaksanakan doa bersama di Lounge Majapahit Koarmada II, Ujung, Surabaya, Jumat (31/7). Doa bersama selain dihadiri oleh para pejabat utama, Kasatker, Komandan Satuan dan Komandan KRI yang terlibat juga diikuti secara daring oleh seluruh Jajaran Koarmada RI, Koarmada l, lll, Kodaeral l-XIV beserta Lanal di jajarannya. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual menjelang pelaksanaan latihan.
Dalam sambutannya, Pangkoarmada RI menyampaikan bahwa doa bersama memiliki makna penting sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus wujud ikhtiar batin untuk memohon perlindungan, keselamatan, kelancaran, dan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, kesiapan spiritual menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi setiap tahapan latihan.
Lebih lanjut, Pangkoarmada RI menekankan agar seluruh prajurit dan personel yang terlibat melaksanakan setiap tahapan latihan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, soliditas, sinergitas, serta koordinasi antarunsur, dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan personel. Di akhir sambutannya, Pangkoarmada RI mengajak seluruh prajurit memanjatkan doa agar seluruh rangkaian Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan berhasil sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Pangkoarmada RI sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus simbol harapan agar pelaksanaan Latopsfib pada Latihan TNI Terintegrasi Tahun 2026 senantiasa mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, dan seluruh prajurit yang terlibat diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran serta kesuksesan dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan tali asih kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dalam menyongsong pelaksanaan latihan.(Pen/2)








