Malang, Komposisinews.com – Pemerintah Kabupaten Malang resmi meluncurkan Logo Hari Jadi Ke-1266 Kabupaten Malang Tahun 2026 yang mengusung tagline “Kabupaten Malang Berdaya Saing” sebagai identitas sekaligus semangat peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang tahun ini. Peluncuran logo yang dirangkaikan dengan Gema Panji Budaya Malang Kucecwara tersebut berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu, (25/07/2026).
Acara dibuka oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Kurniati, S.S., M.Si., mewakili Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Malang, budayawan, seniman, pelaku UMKM, dan berbagai elemen masyarakat.
Peluncuran logo menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1266 yang akan berlangsung hingga puncak perayaan pada 28 November 2026.
Dalam sambutan Bupati Malang, yang dibacakan Wahyu Kurniati disampaikan bahwa Hari Jadi Kabupaten Malang bukan sekadar memperingati usia daerah, tetapi menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang selama 1.266 tahun dalam membangun peradaban, menjaga nilai-nilai luhur, serta memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Malang yang semakin maju, makmur, dan mampu bersaing di berbagai sektor.
“Hari Jadi Kabupaten Malang adalah momentum untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya, sekaligus menumbuhkan optimisme dalam membangun Kabupaten Malang yang semakin berdaya saing di tengah perkembangan zaman,” demikian kutipan sambutan Bupati.
Logo Hari Jadi Ke-1266 mengusung semangat Malang Makmur Berkelanjutan yang selaras dengan filosofi Kabupaten Malang “Satata Gama Karta Raharja”. Visual angka 1266 dibuat menyerupai goresan cat air yang menggambarkan karakter masyarakat Kabupaten Malang yang modern, dinamis, inovatif, kreatif, dan terus bergerak maju. Sementara bentuk diagonal pada angka melambangkan kemajuan serta kemampuan Kabupaten Malang dalam beradaptasi menghadapi tantangan masa depan. Tidak hanya itu, setiap unsur dalam logo memiliki filosofi mendalam. Daun melambangkan kelestarian lingkungan hidup, padi menjadi simbol ketahanan pangan dan kemakmuran masyarakat, obor melambangkan semangat serta inovasi, Burung Cucak Ijo sebagai maskot Kabupaten Malang menunjukkan identitas daerah, sedangkan selendang Tari Topeng Malangan dan ombak Pantai Selatan merepresentasikan kekayaan budaya sekaligus potensi wisata bahari Kabupaten Malang.
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Malang sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi Ke-1266 Kabupaten Malang, Dr. Yetty Nurhayati, S.Sos., S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa peluncuran logo merupakan awal dari sedikitnya 18 rangkaian kegiatan utama dan pendukung yang akan digelar hingga November mendatang. Berbagai kegiatan telah dipersiapkan untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Hari ini adalah launching sebagai penanda dimulainya seluruh rangkaian Hari Jadi Kabupaten Malang. Setelah ini masih ada Jayanti Singhasari, Kanjuruhan Karnaval, berbagai perlombaan seni, olahraga, budaya, kegiatan keagamaan, hingga puncaknya nanti pada 28 November,” ujarnya.
Menurutnya, tema Kabupaten Malang Berdaya Saing dipilih karena mencerminkan harapan agar seluruh potensi daerah semakin dikenal luas dan mampu menjadi kekuatan pembangunan. “Kami ingin memperkenalkan seluruh potensi Kabupaten Malang. Karena itu banyak melibatkan generasi muda melalui berbagai lomba agar mereka mengenal daerahnya sendiri, sekaligus mengenalkan Kabupaten Malang ke luar daerah sehingga semakin memiliki daya saing, Meski dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan memastikan seluruh kegiatan tetap dapat berlangsung meriah melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia menegaskan penyelenggaraan Hari Jadi tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi juga melibatkan berbagai mitra strategis. “Kami berkolaborasi dengan pelaku UMKM, dunia perbankan, budayawan, seniman, pelaku pariwisata, perhotelan, Dewan Kesenian Kabupaten Malang, sekolah-sekolah, hingga berbagai komunitas. Jadi ini benar-benar kerja bersama,” katanya.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga dilibatkan sesuai bidang masing-masing. “Mulai Dinas Pariwisata, Disperindag, Dinas Koperasi, Dinas Pendidikan, hingga perangkat daerah lainnya semuanya memiliki peran dalam menyukseskan Hari Jadi Kabupaten Malang dan mengungkapkan salah satu agenda budaya yang paling dinantikan adalah Jayanti Singhasari yang akan digelar di kawasan Candi Singosari sekitar bulan Agustus. Kegiatan tersebut akan menghadirkan pertunjukan kolosal berbentuk sendratari yang mengangkat kejayaan Kerajaan Singhasari sebagai bagian dari sejarah Kabupaten Malang. Sementara itu, memasuki awal November, masyarakat akan disuguhkan Kanjuruhan Karnaval yang dipusatkan di kawasan Stadion Kanjuruhan selama kurang lebih sepuluh hari dan Di lokasi tersebut akan digelar beragam perlombaan seni, olahraga, pameran pembangunan, promosi UMKM, hingga expo dengan sedikitnya 150 stan yang menampilkan berbagai potensi Kabupaten Malang. “Kalau di Pendopo lahannya terbatas. Nanti di Kanjuruhan Karnaval masyarakat akan menikmati lebih banyak kegiatan karena ruangnya lebih luas,” ujar nya
Menanggapi ketidakhadiran Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah dalam acara peluncuran logo. Para pimpinan daerah sedang menjalankan agenda pemerintahan lain yang tidak dapat ditinggalkan sehingga diwakilkan kepada Asisten Administrasi Sekretariat Daerah. “Yang terpenting kegiatan tetap berjalan dengan baik. Ini merupakan kegiatan Pemerintah Kabupaten Malang dan tidak mengurangi makna ataupun semangat Hari Jadi Kabupaten Malang,” tegasnya.
Wujudkan Hari Jadi sebagai Pesta Rakyat
Di akhir keterangannya, Yetty berharap seluruh rangkaian Hari Jadi Ke-1266 benar-benar menjadi milik masyarakat Kabupaten Malang dan menargetkan seluruh kegiatan mampu meningkatkan kunjungan wisata, menggerakkan perekonomian daerah, memperkuat pelestarian budaya, sekaligus memberikan ruang bagi UMKM dan generasi muda untuk berkembang. “Harapan kami Hari Jadi Kabupaten Malang tidak hanya dinikmati oleh perangkat daerah, tetapi benar-benar menjadi pesta rakyat. Seluruh masyarakat kami libatkan, mulai pelaku usaha, seniman, budayawan, komunitas, hingga generasi muda. Dengan begitu, potensi Kabupaten Malang semakin dikenal dan mampu menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Malang,” pungkas Dr. Yetty Nurhayati.(Andri&Zul)






