Pentingnya ucapan permisi, maaf, tolong, terima kasih, dan selamat

Berita34 views

Surabaya,Komposisinews.com – Dalam hidup dan kehidupan sehari-hari saat kita berkomunikasi, berinteraksi dan bersosialisasi di masyarakat, ada lima ucapan kecil dan ringan namun justru mempunyai efek yang besar dan berat.

Adapun lima ucapan tersebut adalah: *”permisi”, “maaf”, “tolong”, “terima kasih”, dan *selamat”*

Memang, kelima
ucapan tersebut sekilas terkesan sederhana, namun menjadi pondasi pertama dan utama demi membina hubungan yang baik dan benar terhadap orang lain sehingga terasa nyaman dan aman.

Kita akan membahas tentang pentingnya kelima ucapan seperti yang tersebut di atas satu per satu, yakni:

1. Permisi: Pintu Pembuka Rasa Hormat.

*”Permisi”* artinya kita menghargai dan menghormati ruang dan waktu orang lain. Misalnya, saat hendak lewat di kerumunan atau keramaian, menyela suatu pembicaraan, meminjam barang, dan lain-lain yang kesemuanya itu menunjukkan bahwa kita masih menghargai dan menghormati hak orang lain dengan menjunjung tinggi tata krama, sopan dalam ucapan dan santun dalam tindakan.

Tanpa diawali dengan kata”permisi”, orang bisa merasa diabaikan atau tidak dipedulikan keberadaannya. Maka dengan ucapan “permisi” suasana akan jadi lebih sejuk sehingga menampakkan rasa persahabatan yang penuh keakraban.

2. Maaf: Perantara Pemulihan Hubungan.

Kiranya tiada seorang manusia pun di dunia ini yang sempurna dalam berucap dan bersikap. Pasti sesekali salah dalam berbicara atau memanggil nama seseorang, dan sebagainya.

Mengucapkan “maaf” sama sekali bukanlah menunjukkan kita itu lemah. Justru ucapan “maaf” menunjukkan kita orang yang bertanggungjawab dan peduli terhadap perasaan orang lain.

Satu kata tersebut akan mampu menyejukkan suasana dan meredakan emosi, menghentikan pertengkaran/pertikaian serta mampu meredam amarah agar hubungan bisa pulih kembali dengan baik seperti semula tanpa ada rasa benci di hati antara yang satu dengan yang lain.

3. Tolong: Sinyal Saling Membutuhkan.

Selain sebagai makhluk individu, manusia adalah makhluk sosial. Tentunya, kita pasti membutuhkan bantuan orang lain, begitu pula orang lain juga membutuhkan kita.

Mengucapkan kata “tolong” kepada seseorang, artinya kita menghargai dan menghormati upaya dan usaha orang lain yang hendak membantu kita, bukan memerintah.

Ucapan tersebut membuat permintaan kita akan terdengar lebih manusiawi. Orang akan melakukannya dengan tulus-ikhlas untuk membantu, karena merasa diminta untuk menolong, *bukan* disuruh apalagi dengan kalimat perintah yang kasar dan keras sehingga menyinggung bahkan menjatuhkan harga diri orang lain.

4. Terima kasih: Penyemangat Kebajikan.*

Ucapan “terima kasih” adalah cara yang paling mudah dan paling ampuh untuk menghargai dan menghormati jerih payah maupun upaya dan usaha sekecil apa pun yang telah dikerjakan oleh orang lain kepada kita.
Misalnya, dibantu dibukakan pintu mobil, diantar ke tempat perjamuan atau pertemuan, dibantu menyelesaikan tugas, dan lain-lain.

Saat kita mengucapkan terima kasih dengan tulus-ikhlas, maka orang yang telah membantu kita tersebut sudah merasa dihargai harkat dan martabatnya.

Kemudian orang yang sudah merasa dihargai dan dihormati harga dirinya, maka biasanya orang tersebut akan lebih bersemangat lagi dalam menebar kebajikan alias “berlomba dalam kebajikan” ( fastabiqul khoirot ).

5. “Selamat”: Wujud rasa empati dan simpati terhadap seseorang.

Ucapan “Selamat” yang kita sampaikan, misalnya, atas kesuksesan seseorang dalam meraih prestasi, promosi jabatan, dan lain-lain adalah merupakan rasa empati dan simpati kita terhadap sesama sekaligus merupakan dukungan moral kepada orang tersebut agar orang tersebut bisa lebih percaya diri dan meningkatkan kinerjanya secara optimal dan maksimal sesuai yang dicita-citakannya.

Mengapa kelima ucapan tersebut sangat penting?

Kelima kata atau ucapan seperti yang tersebut di atas dapat membentuk lingkaran pergaulan yang baik dan benar.

Permisi: membuka interaksi dengan penuh hormat.

Tolong: membuat kita bisa bekerjasama.

Maaf: memperbaiki hubungan antar sesama.

Terima kasih: menutup interaksi dengan penuh persahabatan.

Selamat: wujud rasa empati dan simpati terhadap sesama.

Tanpa kelima unsur kata atau ucapan seperti yang tersebut di atas, komunikasi dalam berinteraksi dan bersosialisasi akan terkesan beku dan kaku sehingga memicu kesalahpahaman sehingga hubungan jadi renggang, retak, bahkan pecah.

Padahal dengan mengucapkan kelima kata seperti yang tersebut di atas, kita sama sekali tidak rugi, bahkan justru kita akan mendapatkan sahabat yang penuh persaudaraan, lingkungan yang sejuk dan damai, sekaligus menjadikan diri kita sendiri akan banyak disukai dan disegani oleh orang-orang di sekitar kita.

Singkatnya, ucapan yang sopan dan tindakan yang santun merefleksikan budi pekerti yang luhur atas seseorang.

Membiasakan apalagi “membudayakan” ucapan atau kata *permisi, maaf, tolong, terima kasih, dan selamat* sama sekali bukanlah soal formalitas belaka, namun justru demi menjaga perasaan serta harkat & martabat orang lain, namun sama persis seperti kita menjaga perasaan serta harkat dan martabat diri kita sendiri.

“Baik-buruknya amal-ibadah seseorang, tentu kelak akan kembali kepada dirinya sendiri”.

( Prof. Dr. SUGENG TJAHJONO, ST, SH, MM, PhD ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *