UHT Perkuat Kapasitas Satgas PPKPT Melalui Pelatihan Psikologi Forensik dan Pendampingan Korban Kekerasan

Berita0 views

SURABAYA, Komposisinews.com – Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar Pelatihan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) bertema “Psychological First Aid dan Investigasi Penanganan Kasus Kekerasan di Perguruan Tinggi” di Lantai 5 Gedung Pascasarjana Universitas Hang Tuah, Senin (20/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor I Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., Wakil Rektor II Laksamana Muda (Purn.) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han)., Wakil Rektor III Laksamana Pertama (Purn.) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si.(Han)., M.Tr.Opsla., Ketua Satgas PPKPT Universitas Hang Tuah Dr. Weni Endahing Warni, M.Psi., Psikolog, seluruh perwakilan Satgas PPKPT dari masing-masing fakultas di lingkungan Universitas Hang Tuah, serta peserta dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Kehadiran peserta lintas perguruan tinggi tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengalaman dalam upaya pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan kampus.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Universitas Hang Tuah, Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada kedua narasumber yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman, serta kepada jajaran Satgas PPKPT Universitas Hang Tuah yang terus berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas Satgas PPKPT dalam menjalankan tugas pencegahan, pendampingan, hingga penanganan kasus secara profesional, objektif, dan berperspektif pada korban.

“Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh anggota Satgas PPKPT memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepekaan yang semakin baik dalam memberikan perlindungan serta pendampingan kepada korban, sehingga Universitas Hang Tuah dapat terus menjadi kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu, M.Si., Psikolog yang membawakan materi Psikologi Forensik, serta Dr. Dra. N.K. Endah Triwijati, M.A., Psikolog yang menyampaikan materi Memahami dan Merespons Korban Kekerasan.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu menjelaskan bahwa psikologi forensik memiliki peran penting dalam mendukung proses investigasi dan penanganan kasus kekerasan di perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa penanganan perkara tidak hanya berfokus pada korban, tetapi juga harus memperhatikan aspek psikologis pihak yang diduga sebagai pelaku maupun pihak yang dilaporkan atau dituduh melakukan suatu pelanggaran. Menurutnya, dalam kehidupan sehari-hari tidak semua tuduhan dapat langsung dianggap sebagai kebenaran. Oleh karena itu, setiap kasus harus ditangani secara objektif, berdasarkan fakta, alat bukti, serta prinsip keadilan, sehingga hak-hak semua pihak tetap terlindungi tanpa mengurangi keberpihakan terhadap korban.

Sementara itu, Dr. Dra. N.K. Endah Triwijati, M.A., Psikolog membekali peserta dengan materi tentang cara memahami kondisi psikologis korban dan memberikan respons yang tepat melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA). Materi tersebut menekankan pentingnya empati, komunikasi yang suportif, membangun rasa aman, serta memberikan pendampingan awal tanpa menimbulkan trauma lanjutan bagi korban.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan latihan, simulasi, dan diskusi interaktif. Para peserta diajak menganalisis berbagai studi kasus penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, kemudian mempraktikkan teknik investigasi awal, pemberian Psychological First Aid (PFA), serta berdiskusi mengenai langkah-langkah penanganan yang tepat sesuai prosedur, etika, dan prinsip perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat. Sesi ini berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman dari para peserta.

Melalui pelatihan ini, Universitas Hang Tuah berharap seluruh anggota Satgas PPKPT semakin siap menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan dalam menciptakan budaya kampus yang aman, inklusif, saling menghormati, serta bebas dari segala bentuk kekerasan melalui penanganan yang cepat, tepat, profesional, dan humanis. (Vio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *