Maros, Komposisinews.com – Viralnya pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada puncak Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros memicu kemarahan berbagai kalangan. HPPMI Maros menilai ucapan tersebut bukan sekadar salah bicara, tetapi penghinaan terhadap semangat demokrasi yang seharusnya dijaga oleh seorang gubernur.
Kepala Bidang Aksi dan Advokasi HPPMI Maros, Agung Maharu, mengatakan pihaknya tidak bisa menerima ucapan Gubernur yang menyatakan, “Siapa yang bicara, saya tidak kerjakan. Mulai sekarang berhenti bicara. Saya begitu memang orangnya dari dulu.”
“Kalau memang itu prinsip seorang gubernur, maka itu sangat berbahaya. Kritik dianggap sebagai masalah, bukan sebagai masukan. Padahal yang dikritik masyarakat adalah jalan rusak, bukan pribadi gubernur. Jangan balik memusuhi rakyat hanya karena rakyat bersuara.”
Menurut Agung, pernyataan itu tidak pantas diucapkan di tanah Maros, apalagi dalam forum resmi Hari Jadi Kabupaten Maros yang seharusnya menjadi ruang mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.
“Kami anggap ucapan itu telah mencederai marwah Hari Jadi Maros. Masyarakat datang membawa harapan, tetapi yang mereka dengar justru kalimat yang terkesan menyuruh rakyat diam. Itu melukai banyak orang.”
Atas polemik tersebut, HPPMI Maros mengambil sikap bahwa Selama Gubernur Sulawesi Selatan belum menyampaikan penjelasan kepada masyarakat Maros, HPPMI Maros menyatakan menolak setiap agenda kunjungan Gubernur ke Kabupaten Maros.
“Silakan selesaikan dulu polemik ini. Jelaskan kepada masyarakat apa maksud pernyataan itu. Jangan datang ke Maros seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Kami akan menyampaikan penolakan kami secara terbuka jika kunjungan itu tetap dilakukan tanpa ada penjelasan kepada publik.”
Agung menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan hasil keputusan internal HPPMI Maros sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat Maros dan upaya menjaga ruang demokrasi agar tidak dirusak oleh komunikasi pejabat yang anti terhadap kritik. (Husain)











