Surabaya,Komposisinews.com – Panglima Komando Armada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., melepas keberangkatan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 untuk mengikuti Latihan Bersama (Latma) Bilateral ORRUDA-26 di Rusia, bertempat di Dermaga Madura Koarmada II, Ujung Surabaya, Selasa (7/7). Latihan bersama yang diselenggarakan oleh Russian Navy dan TNI Angkatan Laut tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Navy to Navy Talks (NTNT) Tahun 2018 sebagai wujud penguatan kerja sama pertahanan kedua negara.
Selama mengikuti Latma ORRUDA-26, prajurit KRI I Gusti Ngurah Rai-332 akan melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya Opening Ceremony, Courtesy Call, Official Dinner, Deck Reception, Sports Event, Tactical Floor Game (TFG), Subject Matter Expert Exchange (SMEE), Passing Exercise (PASSEX), hingga Cultural Program. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat interoperabilitas, meningkatkan profesionalisme, serta mempererat hubungan antarpersonel angkatan laut kedua negara.
Sementara itu dalam amanatnya, Pangkoarmada II menegaskan bahwa tujuan utama Latma ORRUDA-26 adalah mempererat hubungan kerja sama bilateral antara TNI Angkatan Laut dan Russian Navy. Selain itu, latihan ini harus dimanfaatkan secara optimal sebagai kesempatan untuk menambah wawasan, mengumpulkan informasi mengenai teknik dan taktik operasi, serta meningkatkan kemampuan profesional seluruh personel yang terlibat.
Lebih lanjut, Pangkoarmada II menyampaikan bahwa sasaran yang ingin dicapai dalam latihan ini adalah memelihara dan meningkatkan profesionalisme serta kemampuan prajurit kedua negara dalam mendukung pelaksanaan operasi maritim. Oleh karena itu, seluruh prajurit KRI I Gusti Ngurah Rai-332 diharapkan mampu melaksanakan setiap rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjunjung tinggi nama baik TNI Angkatan Laut dan bangsa Indonesia di forum internasional.
Keikutsertaan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dalam Latma Bilateral ORRUDA-26 menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam memperkuat kerja sama pertahanan, meningkatkan kapabilitas prajurit, serta membangun hubungan persahabatan dengan angkatan laut negara sahabat guna mendukung terwujudnya stabilitas dan keamanan maritim di kawasan maupun tingkat global. (Pen/2)






