Kelalaian Administratif Diduga Rugikan Siswa, 16 Murid SDN Gulbung IV Gagal Cairkan PIP 2024

Berita2 views

Sampang,Komposisinews.com – Manajemen SDN Gulbung IV Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, menjadi sorotan tajam setelah belasan siswanya gagal menerima hak bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2024.

Pihak Dinas Pendidikan setempat didesak segera mengambil langkah konkret, termasuk opsi relokasi siswa, menyusul hilangnya dana bantuan akibat kelalaian administratif sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 16 murid kelas 2 di sekolah tersebut tidak menerima dana PIP bahkan, dua di antaranya dipastikan hangus dan ditarik kembali ke kas negara oleh pemerintah pusat karena melewati batas waktu aktivasi.

Kondisi ini memperparah penderitaan siswa yang selama ini sudah telantar dan terpaksa belajar di luar ruangan akibat ketiadaan gedung sekolah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN Gulbung IV Akhmad Muhtadin berdalih bahwa pihak sekolah tidak melakukan tindak lanjut karena kendala administratif dari luar.

“Kalau tahun 2024 kami tidak menerima file pemberitahuan,” ujar Muhtadin, Senin (22/6).

Alasan tersebut dinilai sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab yang tidak berdasar, secara regulasi teknis, seluruh data penerima, SK Nominasi, hingga SK Pemberian PIP sepenuhnya diintegrasikan secara digital melalui sistem Sipintar (Sistem Informasi Program Indonesia Pintar) yang wajib diakses secara berkala oleh operator dan kepala sekolah melalui akun Dapodik.

Kelalaian kepala sekolah yang tidak proaktif mengawal hak siswa miskin ini memicu desakan dari wali murid agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang segera menutup SDN Gulbung IV.

Warga meminta seluruh siswa dipindahkan ke sekolah terdekat demi menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar yang layak dan transparan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi pencopotan jabatan kepala sekolah maupun rencana pemindahan siswa ke fasilitas pendidikan yang lebih manusiawi. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *