Surabaya, Komposisinews.com – Pusat Bahasa Universitas Hang Tuah (UHT) menghadirkan cara belajar bahasa Inggris yang berbeda melalui kegiatan Food Vaganza yang digelar pada Kamis (18/6/2026). Program ini mengusung konsep outdoor class bernuansa piknik yang mempertemukan mahasiswa dengan penutur asing dalam suasana santai dan interaktif di lingkungan kampus.
Kegiatan tersebut menghadirkan invited lecturers, yakni David Anthony Oakley, BA, dan Dr. Thomas Kaufmann. Mahasiswa bersama para tamu internasional duduk dan berinteraksi secara informal sambil menikmati berbagai makanan tradisional yang dibawa peserta.
Tak sekadar makan bersama, mahasiswa ditantang memperkenalkan makanan tradisional Indonesia menggunakan bahasa Inggris. Para tamu internasional kemudian mencicipi hidangan yang disajikan sambil mengajukan pertanyaan mengenai bahan, cara pembuatan, cita rasa, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Kepala Pusat Bahasa UHT, Afita Dewi Prastiwi, mengatakan Food Vaganza dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.

“Mahasiswa belajar lebih cepat ketika mereka berinteraksi langsung dengan penutur asing. Dalam Food Vaganza, mereka tidak hanya menghafal kosakata atau struktur kalimat, tetapi benar-benar menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi, menjelaskan, dan menjawab pertanyaan secara spontan,” ujar Afita.
Menurutnya, metode yang diterapkan mengadopsi pendekatan experiential learning dan contextual learning. Melalui metode ini, mahasiswa belajar bahasa Inggris berdasarkan situasi nyata sehingga kemampuan komunikasi dapat berkembang lebih optimal.
Saat berdiskusi tentang makanan tradisional Indonesia dengan penutur asing, mahasiswa dituntut berpikir cepat, memilih kosakata yang tepat, serta menyampaikan gagasan secara komunikatif. Pendekatan tersebut dinilai efektif meningkatkan kepercayaan diri, kelancaran berbicara, dan kemampuan komunikasi lintas budaya.
Selain menjadi sarana meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, kegiatan ini juga menjadi media promosi budaya Indonesia kepada tamu internasional. Berbagai makanan khas yang diperkenalkan mahasiswa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada dunia.
Melalui Food Vaganza, Pusat Bahasa UHT berharap mahasiswa tidak hanya menguasai bahasa Inggris secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman nyata berkomunikasi dengan masyarakat internasional. Program ini menjadi bagian dari komitmen UHT dalam menghadirkan pembelajaran berwawasan global yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era internasionalisasi. (Vio)












