Buranga,Komposisinews.com – Kasus penggeledahan dan penyitaan barang bukti oleh aparat penegak hukum di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Buton Utara (Butur) berbuntut panjang. Pasalnya, tim penyidik menemukan stempel milik PT Media Abrina Persada di kantor penyelenggara pemilu tersebut.
Temuan ini sontak menyulut kemarahan besar dari jajaran manajemen perusahaan, mulai dari Direktur hingga Dewan Penasihat. Direktur PT Media Abrina Persada, Ali, mengaku terkejut dan geram karena stempel resmi perusahaannya bisa berada di tangan pihak KPUD Butur tanpa izin. Ia juga meyakini adanya dugaan kuat pemalsuan tanda tangan dirinya untuk keperluan administrasi tertentu.
”Geram lah, tiba-tiba kok ada stempel perusahaan kami di sana. Saya yakin pasti tanda tangan saya juga ditiru. Entah digunakan untuk apa saja. Kalau mengenai pencairan anggaran, seingat saya hanya dua kali. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah surat pembayaran sebagai pelengkap Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di sana sama dengan yang saya terima?” ujar Ali dengan nada kesal.
Hingga saat ini, pihak PT Media Abrina Persada mengaku belum menerima klarifikasi resmi ataupun penjelasan dari pihak KPUD Buton Utara terkait keberadaan atribut sah perusahaan mereka di kantor tersebut.
Ali juga menyayangkan sikap bendahara KPUD Butur yang dinilai mencari-cari alasan untuk menghindar.
”Kalau memang ada kebutuhan, kenapa tidak menghubungi kami secara langsung? Bendahara sempat berdalih tidak menyimpan nomor kontak saya, padahal kemarin-kemarin nomor saya ada dan bisa dihubungi. Ini kan aneh,” cetusnya.
Merasa nama baik dan legalitas perusahaannya dilecehkan, Ali menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihaknya memberikan tenggat waktu yang ketat kepada oknum di KPUD Buton Utara untuk segera memberikan kejelasan.
”Dalam waktu 1×24 jam jika tidak ada klarifikasi resmi dari Bendahara dan Sekretaris, kami bersama tim akan melaporkan dugaan pemalsuan dokumen perusahaan dan tanda tangan ini. Perusahaan kami sudah merasa dilecehkan dan tidak punya harga diri lagi. Kasus ini harus jadi pelajaran berharga untuk semua pihak,” tegas Ali menutup pernyataannya. ( M. Husain )












