Lantik 9 Dokter Gigi Baru, UHT: AI Tak Akan Pernah Gantikan Empati kepada Pasien

Berita4 views

SURABAYA, Komposisinews.com– Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Gigi Baru Angkatan ke-86 di Ballroom Algae, Lantai 3 Gedung Baru FKG UHT, Kamis (18/6/2026).

Sebanyak 9 dokter gigi baru resmi mengucapkan sumpah profesi setelah menuntaskan seluruh tahapan pendidikan akademik dan profesi serta lulus Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter Gigi (UKomnas PPDG).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengawas Yayasan Nala, anggota Pembina Yayasan Nala, Ketua Pengurus Yayasan Nala, Wakil Rektor I Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., Wakil Rektor II Laksamana Muda (Purn) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han)., Wakil Rektor III Laksamana Pertama (Purn) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si(Han)., M.Tr.Opsla., Direktur RSGM Nala Husada beserta jajaran, para dekan dan pimpinan satuan kerja di lingkungan UHT, perwakilan RSPAL Dr. Ramelan Surabaya, PDGI Surabaya, para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua dan keluarga dokter gigi baru.

Dalam sambutannya, Dekan FKG UHT Dr. Kristanti Parisihni, drg., M.Kes., PBO., menyampaikan ucapan selamat kepada sembilan dokter gigi baru yang resmi dilantik dan mengucapkan sumpah profesi.

“Saudara telah berhasil menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan mulai tahap akademik hingga profesi. Hari ini menjadi penanda dimulainya pengabdian profesional kepada masyarakat sebagai dokter gigi,” ujarnya.

Dekan mengungkapkan kebanggaannya atas capaian lulusan Angkatan ke-86 yang berhasil meraih tingkat kelulusan 100 persen pada UKomnas PPDG Periode II Tahun 2026.

“Pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama proses pendidikan. Terima kasih karena telah menghadirkan kebanggaan bagi keluarga, fakultas, dan Universitas Hang Tuah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dekan juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Nala, jajaran rektorat UHT, Direktur dan civitas hospitalia RSGM Nala Husada, para dosen, serta tenaga kependidikan FKG UHT yang telah berkontribusi dalam mencetak dokter gigi yang kompeten dan profesional.

Menurutnya, FKG UHT terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kedokteran gigi. Salah satunya melalui penyelenggaraan Dentisphere 6 International Symposium yang baru saja digelar dan diikuti 899 peserta dengan menghadirkan 22 pembicara dari tujuh negara.
“Dentisphere bukan hanya wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan jejaring profesional, tetapi juga menjadi bukti komitmen FKG UHT dalam menunjukkan keunggulan di antara lebih dari 50 fakultas kedokteran gigi di Indonesia,” ungkapnya.

Kepada para dokter gigi baru, Dekan berpesan agar terus meningkatkan kompetensi dan memiliki kemampuan adaptasi terhadap perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis.

“Ilmu kedokteran gigi berkembang sangat cepat seiring kemajuan teknologi dan inovasi pelayanan. Karena itu, peliharalah semangat belajar sepanjang hayat dan terus tingkatkan kompetensi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesannya.
Dekan juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara bijaksana dan profesional, khususnya dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi dan menjaga kerahasiaan pasien.

Sementara itu, sambutan Rektor Universitas Hang Tuah Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., dibacakan oleh Wakil Rektor I Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio.

Dalam sambutannya, rektor menegaskan bahwa para dokter gigi baru memasuki dunia profesi di tengah perkembangan pesat teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telemedicine, rekam medis elektronik, hingga teknologi pencitraan berbasis digital.

Meski teknologi terus berkembang, rektor mengingatkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak akan pernah tergantikan.
“Empati, integritas, komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap pasien akan selalu menjadi inti profesi dokter gigi. Teknologi hanyalah alat, sedangkan sentuhan kemanusiaan adalah kekuatan utama seorang tenaga kesehatan,” tegasnya.

Rektor berharap para dokter gigi baru mampu menjadi generasi profesional yang unggul, adaptif, inovatif, dan berkarakter, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tanpa meninggalkan etika profesi dan nilai kemanusiaan.
Prosesi pelantikan ditutup dengan pengucapan sumpah dokter gigi dan pemberian ucapan selamat kepada sembilan dokter gigi baru Angkatan ke-86 yang resmi bergabung sebagai bagian dari tenaga kesehatan profesional Indonesia.mhn koreksi dan petunjuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *