PROBOLINGGO,Komposisinews.com – Satlantas Polres Probolinggo turun sejak subuh. Senin 15 Juni 2026, personel menggelar “Poros Pagi” di sejumlah titik rawan, salah satunya wilayah Kecamatan Dringu
Dringu dipilih karena jadi jalur vital Pantura. Arus kendaraan dari Banyuwangi menuju Surabaya padat sejak pagi. Bebannya makin berat saat jam masuk sekolah, kerja, dan kantor.
Jam 06.00-07.30 WIB jadi puncak kepadatan. Siswa berangkat ke sekolah, karyawan industri keluar rumah, sampai ASN Pemkab dan pemkot Probolinggo menuju kantor. Semua numpuk di satu waktu.
AKP Ali Rifqi Mubarok, Kasatlantas Polres Probolinggo, menyebut Poros Pagi itu bentuk hadirnya polisi di jalan. Tujuannya satu: cegah kemacetan dan kecelakaan.
“Poros Pagi kami fokuskan di titik padat seperti Kraksaan. Di sini arus dari timur ke barat bertabrakan dengan kendaraan lokal yang mau ke sekolah dan kantor. Tanpa pengaturan, pasti macet,” kata AKP Ali.
Personel Satlantas disebar di simpang, depan sekolah, dan depan kawasan industri. Mereka bantu nyebrangin pelajar, atur laju kendaraan, sampai kasih imbauan safety riding.
Selain atur lalu lintas, polisi juga tegur pengendara yang melawan arus atau parkir sembarangan. Penindakan tegas dilakukan biar efek jera.
Hasilnya, arus di dringu terpantau lebih cair dibanding hari biasa. Waktu tempuh kendaraan dari timur ke barat jadi lebih cepat 10-15 menit.
AKP Ali menambahkan, Poros Pagi bukan kegiatan insidental. Ini program rutin yang akan diperkuat seiring volume kendaraan Pantura terus naik.
“Ke depan kami tambah personel dan koordinasi dengan sekolah serta perusahaan. Biar jam berangkatnya bisa diatur bergilir, nggak menumpuk jam 6-7 pagi,” ujarnya.
Satlantas juga mengimbau warga berangkat 15 menit lebih awal. Gunakan helm, patuhi marka, dan utamakan pejalan kaki. Keselamatan di jalan tanggung jawab bareng.











