TANGERANG,Komposisinews.com – Sebanyak 1.521 pesilat dari Sabang sampai Merauke memadati Gor Nambo Krida Arena, Karawaci, Jumat 12 Juni 2026. Mereka turun di Open Tournament Pencak Silat Nasional Bumi Sukowati Championship II yang resmi dibuka Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang.(12/6/26)
Kejuaraan 2 tahunan garapan Persaudaraan Setia Hati Terate PSHT Bumi Sukowati ini jadi magnet atlet muda. Kontingen terjauh datang dari Merauke, Papua Selatan. 13 mahasiswa pencak silat itu menempuh ribuan kilometer demi menjajal panggung nasional.
“Jarak jauh bukan halangan. Kami bangga bisa ukur kemampuan di sini. Venue lengkap, suasananya luar biasa,” ujar Peter, pesilat Merauke, usai pembukaan.
*BPJS untuk Semua Atlet*
Berbeda dari turnamen daerah, Pemkot Tangerang kali ini mengikutsertakan seluruh peserta ke BPJS Ketenagakerjaan. Kaonang menyebutnya bentuk perlindungan nyata.
“Ini agenda Kemenpora. Kami fasilitasi biar Sport City bukan cuma slogan. Lewat sport tourism dan sportainment, kejuaraan harus gerakkan UMKM, hotel, transportasi,” jelasnya.
Panitia awalnya menarget 2.000-2.500 peserta. Dengan 1.521 atlet, kualitas tetap dijaga. Total hadiah Rp60 juta diperebutkan di nomor tanding dan seni, usia dini sampai dewasa, kelas 24 kg hingga open di atas 79 kg.
*Tangerang, Barometer Pencak Silat Banten*
Kaonang tak menampik Tangerang jadi gudangnya jawara. Kota Benteng langganan juara umum Popda-Porprov, atletnya juga ada yang juara dunia.
“Pencak silat warisan budaya. Kalau dibina dari dini, anak Tangerang bisa terus harumkan Indonesia,” tegasnya.
Panitia PSHT Bumi Sukowati memastikan sistem pertandingan 12-14 Juni sudah dimatangkan. Targetnya, Championship II melahirkan talenta baru yang tembus SEA Games atau World Pencak Silat Championship.
“Semoga 2 tahun lagi Championship III balik lagi ke Tangerang. Kita bikin lebih besar, lebih meriah,” tutup Kaonang.
Redaksi
Yusuf









