FKG UHT Gelar SYMPHOSIUM DENTISPHERE 6th, Hadirkan Pakar Internasional dan Inovasi Kedokteran Gigi Masa Depan

Berita2 views

SURABAYA,Komposisinews.com – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah (UHT) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi internasional melalui penyelenggaraan SYMPHOSIUM DENTISPHERE 6t bertema “Next-Generation Dentistry: Bridging Science and Clinical Excellence” yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026 di Shangri-La Hotel Surabaya.

Forum ilmiah internasional bergengsi ini diselenggarakan dengan tujuan memperluas wawasan akademik, mempererat kolaborasi, serta mendorong inovasi dalam bidang kedokteran gigi. Kegiatan ini mempertemukan dokter gigi, akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi kesehatan gigi dari berbagai negara untuk mengeksplorasi perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta keunggulan praktik klinis dalam kedokteran gigi modern. Seminar ini menjadi wadah strategis untuk pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas disiplin, serta penguatan hubungan antara riset ilmiah dan penerapannya dalam praktik klinis.

Acara dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Nala Laksdya TNI (Purn) Maman Firmansyah, S.E., beserta jajarannya, Rektor Universitas Hang Tuah Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., Wakil Rektor I Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., Wakil Rektor II Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han)., serta Wakil Rektor III Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si(Han)., M.Tr.Opsla. Seminar dibuka secara simbolis oleh Ketua Pengurus Yayasan Nala, Rektor Universitas Hang Tuah, dan Dekan FKG UHT Dr. Kristanti Parisihni, drg., M.Kes., PBO.

Dalam sambutannya, Dekan FKG UHT Dr. Kristanti Parisihni menyampaikan bahwa SYMPHOSIUM DENTISPHERE 6th menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi serta berbagi pengetahuan dan inovasi di bidang kedokteran gigi. Menurutnya, kemajuan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan hanya dapat dicapai melalui kemitraan yang kuat antara akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa.

Ia juga memperkenalkan pengembangan riset unggulan FKG UHT di bidang Biomarine Science in Dentistry yang memanfaatkan potensi sumber daya kelautan Indonesia untuk mendukung inovasi kesehatan gigi dan mulut. Dr. Kristanti berharap seluruh peserta dapat aktif berdiskusi, memperluas jejaring, serta menjalin kolaborasi penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Panitia SYMPHOSIUM DENTISPHERE 6th, Chaterina Diyah Nanik Kusumawardani, drg., Sp.Pros., FICD, menyampaikan bahwa DENTISPHERE yang telah memasuki tahun keenam telah berkembang menjadi platform internasional yang mempertemukan ilmu pengetahuan, inovasi, dan jejaring profesional untuk memajukan dunia kedokteran gigi. Mengusung tema Next-Generation Dentistry: Bridging Science and Clinical Excellence, seminar ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran, diskusi, dan kolaborasi yang bermakna.

Tahun ini, DENTISPHERE menghadirkan 22 pembicara dari tujuh negara serta berbagai kegiatan ilmiah, termasuk seminar, hands-on workshop, pameran, kompetisi ilmiah, dan call for papers. FKG UHT juga memperkenalkan riset unggulan Biomarine Science in Dentistry sebagai kontribusi khas dalam pengembangan kesehatan gigi dan mulut berbasis sumber daya kelautan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi internasional yang semakin memperkuat peran FKG UHT dalam pendidikan dan penelitian kedokteran gigi global.

Secara terpisah, Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., menilai penyelenggaraan DENTISPHERE 6 International Seminar sebagai langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi riset yang inovatif di bidang kedokteran gigi.

Menurut Rektor, DENTISPHERE 6 menunjukkan kemampuan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah dalam menghadirkan forum ilmiah bertaraf internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan inovasi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu kedokteran gigi serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

(Vio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *