TRENGGALEK,Komposisinews.com – Peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia terus menunjukkan eksistensinya dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Di tengah era globalisasi dan modernisasi, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan penting dalam membangun kesadaran sosial, moral, dan kesehatan para santri.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan Muhalaqoh (Muhasabah dan Halaqoh) Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok yang digelar di Pondok Pesantren Ar Ridlwan, Desa Kelutan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jumat (29/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bidang Kesehatan Gernas Ayo Mondok, Dr. dr. Hisnindarsyah, Sp.KL., KT.K., S.E., M.Kes., M.H., C.FEM bersama Dr. dr. Syifa Mustika SpPD KEGH FINASIM menjadi narasumber utama yang menyoroti pentingnya pembangunan budaya hidup sehat di lingkungan pondok pesantren.
Menurut Dr. Hisnindarsyah, kesehatan santri merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan di pesantren. Santri yang sehat secara fisik dan mental akan lebih optimal dalam menuntut ilmu, beribadah, serta mengembangkan potensi diri.
“Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang kuat secara spiritual, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, edukasi kesehatan di lingkungan pesantren 7menjadi kebutuhan yang sangat penting,” ujar Dr.Hisnindarsyah.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, dalam forum Muhalaqoh( Muhasabah dan Halaqoh) diluncurkan Buku Saku Kesehatan Santri yang diharapkan menjadi panduan praktis bagi santri, pengasuh, dan pengelola pesantren dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok.
Dr.dr.Syifa Mustika SpPD KEGH Finasim selaku Narasumber secara online, menjelaskan bahwa buku saku tersebut memuat berbagai informasi penting terkait kesehatan santri, mulai dari perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit menular, kesehatan lingkungan pesantren, hingga upaya menjaga kesehatan fisik dan mental.

“Kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Menjaga kebersihan, pola hidup sehat, dan mencegah penyakit adalah bentuk ikhtiar yang harus menjadi budaya di lingkungan pesantren,” tambahnya.
Kegiatan Muhalaqoh Gernas Ayo Mondok turut dihadiri Sekretaris Jenderal Gernas Ayo Mondok KH Zahrul Azhar Asumta, S.IP., M.Kes., Pengasuh Ponpes Ar Ridlwan KH Ridho Mahbub, Ketua II Gernas Ayo Mondok Nyai Hj. Eva Munif Djazuli, Dewan Penasehat Gernas Ayo Mondok KH Misbahul Munir, serta Asisten III Pemerintah Kabupaten Trenggalek Edif Hayunan Siswanto.
Sedangkan dari Bidang Kesehatan Gernas Ayo Mondok hadir sebagai narasumber offline Dr.dr.Hisnindarsyah SpKL. KT.K SE M.Kes., MH C.FEM FIFHAA., FISQua FRSPH., FIMMA. Bersama narasumber lainnya secara online yakni Dr. dr. Syifa Mustika, Sp.PD., FINASIM.
Selain itu hadir juga sebagai narasumber : Dr. Hj. Umi Aina A’inaul Mardliyah Anwar, S.H.I., M.Pd.I. dari Pondok Pesantren Ar Risalah, serta Nyai Hj. Lailatulfadliyah M. Syifa’ Malik dari Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang dan Muhammad Gozali/ Gus Gozali PP.Al Yasini Pasuruan.
Melalui kegiatan ini, Gernas Ayo Mondok menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia pesantren, baik santri, guru, maupun pengasuh pondok, sehingga tercipta lingkungan pesantren yang sehat, unggul, dan berdaya saing di era modern.( HSD/ nurkholis/ Gernas Ayo mondok








