Probolinggo,Komposisinews.com – Malam puncak Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 dengan tema “Transformasi Berkelanjutan Menuju Probolinggo SAE” berlangsung meriah di Alun-alun Kraksaan, Minggu (26/4/2026) malam. Perayaan ini dimeriahkan dengan penampilan drama kolosal “Banjaran Banger: Asal Usul Probolinggo” yang menyuguhkan perjalanan sejarah berdirinya Kabupaten Probolinggo.
Drama kolosal tersebut dimainkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama sejumlah Kepala OPD, camat serta personel Satpol PP di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris, SE., MM., bersama jajaran Forkopimda didampingi istri, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Drama kolosal Banjaran Banger mengisahkan sejarah panjang Probolinggo, mulai dari kedatangan Prabu Hayam Wuruk ke Banger pada tahun 1359, dinamika konflik pada masa Kerajaan Majapahit hingga lahirnya nama Probolinggo yang digunakan hingga saat ini.
Selain menampilkan kisah sejarah, drama ini juga menghadirkan sentuhan budaya lokal melalui peran-peran masyarakat seperti pedagang tradisional yang semakin menghidupkan suasana panggung.
Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menekankan pentingnya kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun daerah. Ia mengaku bangga atas suksesnya rangkaian Harjakapro yang berlangsung selama 10 hari dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Alhamdulillah, saya bahagia sekali malam hari ini. Kita bisa belajar dari sejarah panjang daerah ini bahwa kebersamaan adalah kunci utama membangun daerah,” ujarnya.
Menurut Bupati Haris, perjalanan sejarah Kabupaten Probolinggo memberikan banyak pelajaran, terutama tentang pentingnya persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan. “Kabupaten Probolinggo tidak akan pernah baik dan jaya jika tidak dibangun dengan kebersamaan. Kebersamaan itu adalah kekuatan kita semua,” tegasnya.
Selain kebersamaan, Bupati Haris juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan sebagai faktor utama dalam mendukung aktivitas masyarakat. “Keamanan itu nomor satu. Tanpa rasa aman, masyarakat tidak bisa bekerja dan tidak bisa berkreasi. Maka keamanan harus kita jaga bersama-sama,” terangnya.
Bupati Haris juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Harjakapro, mulai dari panitia, pelaku UMKM, komunitas hingga para seniman lokal. “Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor dan masyarakat. Harjakapro ke-280 ini kita bangun berbasis komunitas dan itu adalah kekuatan kita bersama,” jelasnya.
Ke depan, Bupati Haris berharap peringatan Harjakapro dapat digelar lebih merata hingga ke tingkat kecamatan agar memberikan ruang lebih luas bagi UMKM dan komunitas untuk berkembang. “Mari kita jaga Kabupaten Probolinggo ini bersama-sama agar ke depan semakin SAE dan jaya,” tambahnya.
Peringatan Harjakapro ke-280 ini juga dimeriahkan dengan penampilan penyanyi cilik Nabila Putri Maharani. Puncaknya masyarakat yang hadir di Alun-alun Kraksaan juga dihibur oleh penampilan Holili Kimy. (fahrul)






