Surabaya, Komposisinews.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hang Tuah (UHT) melakukan audiensi dengan jajaran Kodim 0830 Surabaya pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0830 Surabaya.
Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi kelembagaan sekaligus penyampaian kajian akademik BEM UHT bertajuk “Penguatan Peran Aparat dalam Menjaga Keamanan Sipil dan Nilai Kemanusiaan di Kota Surabaya.” Forum ini juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan aparat terkait isu keamanan sipil serta perlindungan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0830 Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han beserta jajaran. Dari pihak UHT, hadir Presiden Mahasiswa Raihan Asfi Priadi, Wakil Presiden Mochamad Dewa Surya Fijana, serta sejumlah pengurus BEM lainnya.

Presiden Mahasiswa UHT, Raihan Asfi Priadi, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk kontribusi akademik mahasiswa terhadap isu strategis nasional.
“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga sebagai mitra kritis yang konstruktif dalam memberikan gagasan, khususnya terkait keamanan sipil dan perlindungan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kajian yang dipaparkan, BEM UHT menyoroti sejumlah isu faktual, termasuk kasus kekerasan terhadap aktivis yang dinilai menjadi indikator adanya ancaman terhadap keamanan masyarakat sipil.
“Kasus penyiraman terhadap aktivis menjadi pengingat bahwa masih terdapat ancaman serius terhadap keamanan masyarakat sipil. Ini bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menyangkut jaminan rasa aman dan perlindungan hak asasi manusia,” tambah Raihan.
Senada, Wakil Presiden Mahasiswa UHT, Mochamad Dewa Surya Fijana, menilai peristiwa tersebut berdampak luas terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Peristiwa seperti penyiraman air keras tidak hanya berdampak pada korban secara fisik, tetapi juga menimbulkan ketakutan kolektif di masyarakat. Jika tidak ditangani serius, hal ini berpotensi membatasi ruang partisipasi publik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dialog antara mahasiswa dan aparat dalam membangun pendekatan keamanan yang lebih humanis.
Sementara itu, Dandim 0830 Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyusun kajian akademik.
“Kami mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial dan keamanan di masyarakat. Ini menunjukkan peran aktif generasi muda dalam menjaga stabilitas sosial,” katanya.
Ia menegaskan bahwa TNI berkomitmen menjaga stabilitas wilayah dengan pendekatan persuasif dan humanis.
“Setiap bentuk kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dan menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., berpesan agar mahasiswa tetap menjaga integritas akademik dalam setiap keterlibatan dengan institusi negara.
“Mahasiswa harus menjunjung etika, bersikap kritis sekaligus solutif, serta mampu menghadirkan gagasan yang konkrit (vio)












