Bahu Jalan Jadi Parkir, Warga Tolak Penambahan Gedung TK Nurul Jannah

Berita66 views

Surabaya,Komposisinews.com – Ketegangan mencuat di kawasan Platuk Donomulyo II, RT 06 RW 13, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kota Surabaya, pada Jumat (25/4/2026). Sejumlah warga secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan gedung kedua milik Yayasan TK Nurul Jannah.

Penolakan tersebut muncul karena warga menilai aktivitas sekolah yang sudah berjalan saat ini saja telah menimbulkan persoalan serius, khususnya terkait kemacetan dan penggunaan fasilitas umum.

Bahu Jalan Dijadikan Area Parkir

Berdasarkan pantauan dan keterangan warga, kendaraan pengantar dan penjemput siswa kerap menggunakan bahu jalan sebagai lokasi parkir. Kondisi ini menyebabkan penyempitan akses jalan utama di lingkungan kampung yang memang memiliki lebar terbatas.

“Dari satu gedung saja sudah macet total. Kalau ditambah gedung baru, kami khawatir kondisi akan semakin parah,” ujar salah satu warga.

Warga menilai, penggunaan bahu jalan secara terus-menerus telah mengganggu hak masyarakat untuk mendapatkan akses jalan yang lancar dan aman.

Yayasan Dinilai Tetap Bersikukuh

Meski telah dilakukan rapat warga dan penolakan disampaikan secara resmi, pihak yayasan disebut tetap melanjutkan rencana pembangunan. Sikap ini memicu kekecewaan warga karena dinilai tidak mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

“Kami sudah sepakat menolak, tapi pembangunan tetap berjalan. Seolah tidak ada komunikasi dan tidak peduli dengan kondisi warga,” tambahnya.

Desak Pemkot Evaluasi Izin

Warga kini mendesak Pemerintah Kota Surabaya beserta dinas terkait untuk turun tangan melakukan evaluasi terhadap izin pembangunan tersebut.
Salah satu tuntutan utama warga adalah adanya kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), mengingat lokasi berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan terbatas.

Potensi Konflik Sosial

Warga menegaskan akan tetap menolak pembangunan selama tidak ada solusi konkret, khususnya terkait manajemen parkir yang tidak merugikan fasilitas umum.

Jika pembangunan tetap dipaksakan tanpa persetujuan warga terdampak, dikhawatirkan akan memicu gesekan sosial yang lebih luas di lingkungan Platuk Donomulyo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yayasan maupun instansi terkait mengenai kelanjutan proyek pembangunan tersebut. (Ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *