PROBOLINGGO,Komposisinews.com – Menyikapi eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok minyak dunia dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional, Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk melakukan penghematan energi.
Imbauan tersebut diwujudkan Wali Kota Aminuddin melalui gowes bersama, Minggu (5/4) pagi. Kegiatan dimulai pukul 05.30 WIB dengan rute sejauh kurang lebih 10 kilometer, start dari depan rumah dinas wali kota di Jalan Panglima Sudirman.
Gowes yang diikuti Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekda Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK Evariani Aminuddin, jajaran perangkat daerah, camat, serta komunitas gowes ini menjadi langkah awal atau “pemanasan” sebelum penerapan kebijakan efisiensi energi di lingkungan Pemkot Probolinggo.
Wali kota menegaskan, ASN akan didorong menggunakan sepeda atau kendaraan listrik ke kantor, khususnya setiap hari Selasa dan Kamis. “Kita mulai pembiasaan dari sekarang. Mudah-mudahan semangat efisiensi BBM ini bisa berjalan dan membantu mengantisipasi potensi kelangkaan,” tegasnya.
Bagi ASN yang belum memiliki sarana, pemerintah kota juga menyiapkan fasilitas transportasi berupa armada elf milik pemkot yang akan beroperasi dengan sistem penjadwalan melalui layanan call center 112.
Seruan ini sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.4.3/189/425.001/2026 Tentang Antisipasi Dampak Geopolitik Global Terhadap Pasokan Bahan Bakar Minyak, tertanggal 18 Maret 2026.
Dalam SE itu disebutkan, perkembangan situasi eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok minyak dunia dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional, diimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Probolinggo untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah antisipasi.
Yaitu, hindari pembelian berlebihan (panic buying). Masyarakat diimbau untuk membeli BBM sewajarnya dan sesuai dengan kebutuhan operasional sehari-hari. Kepanikan masyarakat dalam membeli BBM justru akan memicu kelangkaan semu di SPBU.
Masyarakat diimbau melakukan penghematan energi. Dengan cara, gunakan kendaraan bermotor dengan bijak. Hindari perjalanan yang tidak mendesak, matikan mesin kendaraan saat berhenti lama, dan pastikan kendaraan dalam kondisi terawat agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Masyarakat dapat optimalkan transportasi alternatif dan carpooling. Mulai dengan membiasakan diri menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki untuk jarak dekat. Jika harus menggunakan kendaraan pribadi, pertimbangkan untuk berangkat bersama (carpooling) dengan rekan kerja atau tetangga yang memiliki rute searah.
Untuk kendaraan dengan sumber energi alternatif, pertimbangkan untuk mulai beralih ke kendaraan listrik sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Nah, khusus Bike to Work. ASN Pemerintah Kota Probolinggo diinstruksikan untuk menggiatkan kembali bersepeda ke tempat kerja (bike to work) setiap hari Selasa dan Kamis yang dilaksanakan mulai tanggal 26 Maret 2026. Masing-masing Perangkat Daerah juga diminta melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut kepada Sekretaris Daerah Kota Probolinggo tiap awal bulan.
Salah satu peserta gowes, Kepala Dispopar M. Abas, menyatakan dukungannya terhadap gerakan ini. Ia menilai, bersepeda tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi upaya nyata penghematan energi. “Kegiatan ini bisa menjadi contoh gaya hidup sehat sekaligus efisien bagi masyarakat,” katanya.
(samsuri)






