Probolinggo,komposisinews.com-Nuansa hangat dan penuh kebersamaan mewarnai open house di Rumah Jabatan Wali Kota Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman No. 1, Sabtu (21/3).
Usai Salat Idulfitri, sejak sekitar pukul 07.30 WIB, tamu mulai berdatangan untuk bersilaturahmi dan saling bermaafan.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta Ketua TP PKK Dokter Evariani, dengan hangat menyambut setiap tamu yang hadir. Jabat tangan dan senyum tulus menjadi penanda kuatnya ikatan kebersamaan di momen kemenangan tersebut.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari para kiai dan takmir Masjid Agung Raudlatul Jannah, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri beserta istri dan jajaran pejabat utama Polresta, hingga Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Ribut Yodo Apriantono bersama istri. Hadir pula Penjabat Sekda Rey Suwigtyo, para kepala perangkat daerah, camat dan lurah.
Tak hanya itu, keberagaman semakin terasa dengan kehadiran tokoh masyarakat lintas agama. Perwakilan MUI, pengurus MAG, romo, pendeta, serta rombongan pengurus TITD Klenteng Sumber Naga hadir dan larut dalam suasana penuh keakraban.
Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan bahwa pelaksanaan open house tahun ini dipusatkan di rumah jabatan sebagai bentuk efisiensi, namun tetap terbuka bagi seluruh masyarakat hingga pukul 12.00 WIB.
“Momentum ini kami jadikan ruang kebersamaan, agar seluruh elemen masyarakat dapat saling bersilaturahmi dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan,” ujarnya.
Selain menjadi ajang silaturahmi, para tamu juga disuguhkan beragam kuliner khas Lebaran. seperti lontong cap gomeh, opor ayam, sate gule, tahu campur kikil, hingga bakso dan martabak tersaji melengkapi suasana. Aneka minuman segar seperti es puter dan es Manado pun turut dinikmati para tamu.
Salah satu perwakilan pengurus TITD Klenteng Sumber Naga, Erfan Sutjianto, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka dalam open house ini merupakan tradisi tahunan yang sarat makna.
“Setiap tahun kami datang untuk mengucapkan selamat hari raya dan berjabat tangan. Inilah bentuk toleransi yang indah di kota ini,” tuturnya.
Melalui momen ini, semangat kebersamaan dan harmoni antarumat beragama di Kota Probolinggo kembali terasa kuat, menjadi refleksi bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam merajut persatuan
fahik efendi






