FKPS Perkuat Sinergi Persiapan Penilaian Lingkungan Karakter Sehat

Berita322 views

Probolinggo,Komposisinews.com -Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) menggelar rapat koordinasi (rakor) dan buka puasa bersama dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah di Ayo Rene Cafe Desa Sentong Kecamatan Krejengan, Jum’at (13/3/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh pengurus FKPS ini dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di antaranya Kepala Disporapar Heri Mulyadi, Kepala Disnaker Saniwar, Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati, perwakilan Dinas Kesehatan, Bapelitbangda, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta TP2D Kabupaten Probolinggo.

Rakor tersebut bertujuan untuk mempersiapkan keikutsertaan Kabupaten Probolinggo dalam penilaian LiNGKAR (Lingkungan Karakter Sehat) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur sekaligus memperkuat sinergitas antara pengurus FKPS dengan OPD. Selain itu, rakor juga membahas capaian program FKPS selama satu tahun terakhir.

Ketua FKPS dr. Syahrudi mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan kabupaten yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui rapat koordinasi ini kami ingin memperkuat kolaborasi antara FKPS dan OPD agar program Kabupaten/Kota Sehat dapat berjalan lebih optimal, termasuk dalam menghadapi penilaian LiNGKAR tahun 2026,” ujarnya.

Menurut Syahrudi, penilaian LiNGKAR merupakan bagian dari upaya meningkatkan tata kelola program Kabupaten/Kota Sehat sekaligus menjaga kualitas wilayah yang telah meraih penghargaan Swasti Saba.

Ia menambahkan, FKPS juga mendorong penguatan berbagai program kesehatan lingkungan seperti Gerakan Bersama SIGAP STBM Jatim (Sanitarian Inspiratif Gerakan Aktif Perubahan) yang menempatkan tenaga sanitarian sebagai teladan dalam perilaku hidup bersih dan sehat.

“Sanitarian memiliki peran penting sebagai role model di masyarakat. Ketika petugas kesehatan mampu memberikan contoh perilaku sanitasi yang baik, maka peluang desa untuk mencapai status Open Defecation Free (ODF) juga semakin besar,” jelasnya.

Syahrudi berharap melalui koordinasi yang kuat dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Probolinggo dapat terus meningkatkan kualitas lingkungan sehat sekaligus meraih hasil terbaik dalam penilaian LiNGKAR maupun program Kabupaten/Kota Sehat.
(fahrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *