Surabaya,Komposisinews.com – mulai tanggal 11 hingga 14 Maret 2026 untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadhan hingga menjelang Hari Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah secara serentak di 31 kecamatan.
Dalam pelaksanaan program ini, Pemkot Surabaya menyediakan berbagai komoditas pangan pokok dalam jumlah cukup besar. Di antaranya beras SPHP sebanyak 20.100 kilogram atau 4.020 sak, beras premium 17.240 kilogram atau 3.448 sak, Minyakita 8.640 liter, minyak goreng 4.506 liter, gula pasir 18.221 kilogram, serta cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih masing-masing sebanyak 1.340 pack. Selain itu juga tersedia telur ayam dan daging ayam.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu mengatakan kegiatan ini sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Alhamdulillah hari ini kita mengadakan GPM dan pasar murah di seluruh wilayah kecamatan di Kota Surabaya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bulog yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan pangan murah ini,” kata Wali Kota Surabaya Eri di halaman Kantor Kelurahan Karah, Surabaya.
“Sejumlah komoditas menjadi buruan warga, ada beras, telur, dan minyak goreng menjadi barang yang paling banyak diminati masyarakat karena merupakan kebutuhan utama untuk konsumsi sehari-hari, terutama saat sahur dan berbuka puasa,” katanya.
Ia mendorong masyarakat mulai memanfaatkan lahan kecil di rumah untuk menanam kebutuhan pangan sederhana, seperti cabai. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menekan inflasi.
“Kalau setiap rumah tangga bisa menanam sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka kita akan lebih kuat dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menekan inflasi,” ujarnya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan program tersebut merupakan langkah Pemkot Surabaya untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau. Melalui program ini diharapkan stabilitas harga pangan sekaligus pengendalian inflasi di Kota Surabaya dapat terjaga,” kata Syamsul.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, mengatakan program tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan berbagai perangkat daerah (PD) dan pelaku usaha.
“Kami memastikan stok pangan di Surabaya cukup. Namun kami juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secukupnya agar semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan komoditas dengan harga terjangkau,” pungkasnya. ( Yah)









