Medan,Komposisinews.co – Ribuan emak-emak warga Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, melakukan aksi damai dan unjuk rasa di kantor Camat Medan Timur di Jalan HM Said, Jumat pagi (6/3). Mereka menolak keras pengangkatan M Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX, karena dinilai tidak amanah dan pernah mengecewakan warga saat menjabat sebagai Kepling sebelumnya.
Aksi tersebut sempat ricuh karena warga yang membawa poster penolakan menunggu selama lebih dari tiga jam tanpa mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Camat Medan Timur, Fernanda. Setelah para pedemo mendesak dan mengeluarkan aspirasi keras, mereka akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam aula kantor camat dan menyampaikan keberatan langsung kepada pihak terkait.
“ Kami menolak pak M Salim kembali menjadi Kepling di lingkungan kami. Beliau tidak amanah, urusan surat menyurat susah, bantuan tidak pernah sampai ke masyarakat, bahkan banyak bantuan yang ditimbun di rumahnya sendiri,” tegas Irmawati, salah satu warga, kepada wartawan. Ia menambahkan, selama menjabat sebelumnya, kinerja Salim sangat buruk dan tidak mampu memenuhi keperluan masyarakat.
Selain itu, warga juga menuding adanya dugaan praktek suap dan settingan dalam proses penunjukan pengangkatan Kepling IX Pulo Brayan. Mereka menduga keras bahwa penilaian yang dilakukan oleh oknum tertentu telah diatur dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Menanggapi aksi warga, Camat Fernanda menyatakan bahwa pengangkatan Kepling telah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang diatur dalam Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 dan Perwal Kota Medan Nomor 21 Tahun 2021 tentang pengangkatan dan pemberhentian Kepala Lingkungan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap M Salim, dan jika terbukti melanggar aturan, akan segera dicopot.
“ Kami akan terus melakukan pengawasan. Jika ada indikasi pelanggaran, akan kami tindak tegas dan melakukan pergantian,” ujarnya tegas.

Sementara itu, emak-emak pendemo kembali menuding bahwa pengangkatan tersebut telah diatur sedemikian rupa dan melibatkan oknum camat serta anggota DPRD yang diduga berkomplot agar Salim tetap menjabat. Mereka mengancam akan kembali melakukan aksi demonstrasi dan mendesak Walikota Medan Rico Waas untuk menonaktifkan Camat Medan Timur serta melibatkan aparat dalam mengusut dugaan kecurangan tersebut.
“Kami menuntut transparansi dan keadilan dalam proses ini. Kalau camat dan oknum DPRD terlibat, kami akan terus berjuang dan mendesak keadilan buat warga Lingkungan IX,” tegas seorang ibu rumah tangga yang tidak mau disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, warga berencana kembali menggelar aksi serupa di kantor Walikota Medan jika tuntutan mereka tidak diindahkan. Mereka berharap pemerintah kota dapat menjaga netralitas dan menegakkan aturan dalam pengangkatan Kepling demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan adil di lingkungan masyarakatnya. (Rahmat Hidayat)












