Kota Probolinggo Gerak Bersama Cegah DBD dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M dan Lavenderisasi

Berita59 views

Probolinggo,Komposisinews.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Terutama pada musim penghujan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian diperlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat secara terpadu dan berkesinambungan.

Guna mewujudkan hal tersebut Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinkes PPKB Kota Probolinggo menggelar kegiatan ‘Gerak Bersama Pencegahan Dan Pengendalian DBD Dengan PSN 3 M + Lavenderisasi Di Kota Probolinggo Tahun 2026’, Rabu (4/3) pagi di Pendapa Kecamatan Kanigaran.

Kepala Dinkes PPKB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi menjelaskan perkembangan kasus DBD di Kota Probolinggo dari tahun ke tahun, dan berharap tidak ada korban jiwa di tahun ini. Tahun 2024 sejumlah 490 penderita dengan 6 kematian, di tahun 2025 menurun kasusnya menjadi 326 kasus dengan 4 kematian. Kasus tertinggi tahun 2025 dilaporkan dari Kecamatan Kanigaran sebanyak 103 kasus dengan 2 kematian.

“Untuk tahun 2026 kami sudah ada 39 kasus sampai bulan ini (Maret). Angka bebas jentik rata – rata di tahun 2025 Kota Probolinggo sebesar 78,8 persen, ini masih dibawah target seharusnya minimal 90 persen. Nah, ini masih berpotensi menyebabkan kasus DBD di Kota Probolinggo,” terang dr. Intan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan dan pengendalian DBD. Tujuan lainnya adalah menguatkan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M + Lavenderisasi. “Serta arahan dan komitmen bersama untuk pencegahan DBD dengan melakukan penanaman bunga Lavender secara serentak,” imbuh kepala Dinkes P2KB.

Sementara itu Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan pemberantasan nyamuk demam berdarah merupakan hal yang penting untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian di Kota Probolinggo.

“Khususnya anak – anak kita, yang mana kasus DBD ini lebih banyak menyerang mereka di usia muda bahkan anak – anak. Tadi juga disampaikan rata – rata sekitar 50 sampai 100 kejadian setiap tahun di masing – masing kecamatan, dan yang tertinggi memang di Kecamatan Kanigaran, tahun 2025 itu yang meninggal ada 2 orang,” ujarnya.

Wali Kota Amin menambahkan, harusnya 1 angka kesakitan saja, mestinya menjadi hal yang luar biasa. “Tapi di kita ini saya lihat biasa – biasa saja responnya, nah ini yang mesti dirubah. Bapak – Bapak, Ibu – Ibu, saya ulangi satu kasus demam berdarah merupakan kejadian luar biasa. Artinya apa? Artinya begitu ada kasus, kita harus segera bergerak, jangan pakai lagi prosedur yang tidak luar biasa. Yang luar biasa itu, reaksi cepat, responsif, sudah langsung ketika ada kasus demam berdarah semua bergerak mulai dari jumantik, RT, RW, lurah, camat. Karena nyamuk ini bisa bertahan 1 minggu dengan frekuensi kira – kira sehari bisa menggigit 2 – 4 orang,” jelasnya.

Dengan penanaman bunga lavender yang mempunyai aroma khas sudah diteliti bisa mengusir nyamuk sehingga bagus ditanam dimanapun. Disamping itu, lavender juga multi fungsi bisa menghasilkan minyak lavender untuk olahan herbal maupun kosmetik.

“Jadi bukan main manfaat bunga lavender ini, bisa menjadi minuman baru punya khasiat herbal juga, minyaknya untuk anti nyamuk, bisa kita manfaatkan secara ekonomis untuk produk – produk kecantikan, untuk lotion, sabun, cream, dan lain sebagainya. Jadi saya minta nanti dari PKK bisa maksimal melakukan penanaman secara massal bunga lavender ini, selain memang indah dan bermanfaat kalau ditanam di area luas bisa menjadi spot foto atau destinasi wisata baru di Kota Probolinggo,” tambahnya.

Wali Kota Amin pun berharap Kota Probolinggo semakin BERSOLEK dengan berbagai kegiatan, baik itu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Gotku Resik, serta upaya apapun yang kolaboratif dan berkesinambungan untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.

“Mari kita sukseskan seluruh program PROBOLINGGO BERSOLEK dan INDONESIA ASRI, dengan program ini tidak hanya Kota Probolinggo menjadi indah, namun penyakit – penyakit yang berbasis lingkungan seperti DBD, Leptospirosis bisa kita cegah. Untuk mewujudkan ini tidak lain adalah bergerak bersama mulai saat ini dan berkesinambungan serta berkolaborasi dengan semua pihak,” tegas wali kota.

Dalam kegiatan tersebut diserahkan Sertifikat Penghargaan Atas Kontribusinya Ikut Menggerakkan Peran Serta Masyarakat dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian DBD kepada 5 Camat, penyerahan bunga lavender kepada Ketua TP PKK Kecamatan, penanaman bunga lavender bersama.

Nampak hadir dalam kegiatan Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Budiono Wirawan, perwakilan Kemenag, kepala PD terkait, camat, lurah, Kepala Puskesmas se- Kota Probolinggo, Ketua TP PKK Kecamatan serta Kader Jumantik Perwakilan Kelurahan
(fauzan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *