Gerakan SAHABAT ATS Dimulai di Jrebeng Lor, Jadi Upaya Pemkot Probolinggo Tingkatkan IPM

Berita38 views

Probolinggo,Komposisinews.com -Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak sekaligus investasi penting bagi kemajuan bangsa. Komitmen itu ditegaskan Kota Probolinggo yang memiliki cita-cita besar menciptakan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Senin (2/3), di Aula Kantor Kelurahan Jrebeng Lor, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Gerakan Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak Sekolah (SAHABAT ATS) Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta Bunda PAUD dr. Evariani.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, menyampaikan program ini menjadi prioritas dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Ini merupakan gerakan kolaboratif sebagai upaya sistematis dan berkelanjutan berbasis kelurahan agar mampu menjangkau masyarakat lebih luas,” ujarnya.

Di Kelurahan Jrebeng Lor sendiri tercatat ada 66 sasaran Anak Tidak Sekolah (ATS) yang akan segera dilakukan asesmen untuk menentukan tindak lanjut, apakah kembali ke sekolah formal atau melalui pendampingan pendidikan kesetaraan. Program serupa akan dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan se-Kota Probolinggo.

Sementara, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa pengentasan ATS merupakan prioritas utama pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota. “Kegiatan sinkronisasi penanganan ATS memiliki urgensi sangat tinggi untuk menjalankan amanat wajib belajar 13 tahun dengan mengembalikan anak tidak sekolah ke jalur formal maupun nonformal guna meningkatkan APS, RLS, dan HLS serta mendukung kenaikan IPM Kota Probolinggo,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengentasan pendidikan di semua jenjang akan membuka akses pekerjaan yang lebih layak dan seluruh data akan terintegrasi dalam basis data by name by address agar intervensi tepat sasaran.

Melalui program Kejar Paket A, B, dan C, bahkan dukungan beasiswa hingga perguruan tinggi, pemerintah berupaya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak memperoleh ijazah sebagai syarat utama mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Kita harus mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah, apakah karena kendala ekonomi, pernikahan dini, disabilitas, atau faktor lainnya. Dari situlah strategi tindak lanjut ditentukan secara cepat dan tepat,” imbuhnya. Ia berharap seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, camat, lurah, hingga masyarakat, dapat berperan aktif sehingga terbangun kesamaan visi dalam mewujudkan pendidikan bermutu di Kota Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan paket sembako serta program Sekolah Berbagi secara simbolis kepada perwakilan siswa sekolah setempat. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Kepala BPS Kota Probolinggo, para kepala perangkat daerah, seluruh camat dan lurah se-Kota Probolinggo, Ketua RW dan RT Kelurahan Jrebeng Lor, wali murid ATS, serta relawan ATS sebagai wujud sinergi bersama dalam mengentaskan anak tidak sekolah. (fauzan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *