Tinjau Demplot Padi Inpari 32, BPP dan KTNA Wonomerto Optimis Targetkan Hasil 10 Ton Per Hektar

Berita45 views

PROBOLINGGO,Komposisinews.com
Sektor pertanian di Kecamatan Wonomerto terus menunjukkan geliat positif. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonomerto bersama jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau lokasi Demplot (Demontrasi Plot) padi varietas Inpari 32 di salah satu desa di wilayah tersebut.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan perkembangan tanaman padi bantuan pemerintah tersebut berjalan optimal sekaligus memberikan motivasi langsung kepada para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) pelaksana.
Inisiasi Demplot untuk Peningkatan Produksi

Koordinator BPP Pertanian Wonomerto, Febti Suryani, dalam arahannya menekankan pentingnya peran demplot sebagai sarana percontohan. Ia berharap keberhasilan demplot ini dapat memicu inisiatif dari seluruh Poktan dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Wonomerto untuk melakukan hal serupa.

“Lewat demplot ini, kita ingin menunjukkan kepada seluruh kelompok tani bahwa dengan perlakuan yang tepat, nilai produksi bisa meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, baik untuk komoditas padi maupun tanaman pangan lainnya ke depan,” ujar Febti.

Optimisme Target 10 Ton Per Hektar

Di lokasi yang sama, Ketua KTNA Kecamatan Wonomerto turut memberikan imbauan teknis. Ia meminta para petani untuk berani melakukan perbandingan antara model tanam konvensional dengan formula serta model tanam yang saat ini tengah diujicobakan pada demplot Inpari 32.

Pihak KTNA meyakini bahwa jika formula dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah disusun diterapkan secara disiplin, maka produktivitas lahan di Wonomerto akan melonjak tajam.

“Kami punya keyakinan kuat, jika SOP yang kami terapkan dijalankan dengan benar oleh Poktan maupun Gapoktan, sangat memungkinkan bagi Kecamatan Wonomerto untuk mencapai hasil produksi 10 ton padi per hektar pada saat panen raya nanti,” tegas Ketua KTNA.

Langkah kolaboratif antara BPP, PPL, dan KTNA ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat kecamatan serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani melalui hasil panen yang melimpah dan berkualitas. (Fahrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *