Malang,Komposisinews.com – Prestasi yang membanggakan kembali di Raih oleh SMAN 1 Singosari atau lebih dikenal dengan SMANESI yanti sebagai Role Model Sekolah Moderasi Beragama Tingkat Jawa Timur. Moderasi beragama di SMAN 1 Singosari merupakan upaya untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan antar siswa yang memiliki latar belakang agama berbeda. Beberapa strategi yang dilakukan antara lain :
– Pembentukan Budaya Religius : SMAN 1 Singosari menciptakan suasana religius dengan kegiatan seperti Dia Pagi, shalat dhuha, dan shalat berjamaah.
– Pengajaran Nilai-Nilai Moderasi : Guru-guru di SMAN 1 Singosari mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam kurikulum, seperti toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan budaya lokal.
– Kegiatan Ekstrakurikuler :
SMAN 1 Singosari menawarkan kegiatan ekstrakurikuler yang mempromosikan moderasi beragama, seperti kegiatan sosial dan keagamaan.
– Kerja Sama dengan Orang Tua : SMAN 1 Singosari bekerja sama dengan orang tua untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya moderasi beragama.
Dengan demikian, SMAN 1 Singosari berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan toleran, sehingga siswa dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan global.
Kepala SMAN 1 Singosari Sri Endang Hidayati, M.Pd menyampaikan,” bahwa Moderasi beragama di SMA Negeri 1 Singosari patut diapresiasi sebagai contoh nyata penerapan toleransi dan harmoni antar umat beragama di lingkungan pendidikan. Sekolah ini telah menjadikan moderasi sebagai budaya sehari-hari, seperti melalui pembiasaan ibadah pagi sesuai agama masing-masing siswa sebelum pelajaran dimulai, yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.” terangnya.
“Hal ini tidak hanya menumbuhkan karakter religius yang inklusif, tetapi juga membangun sikap menghargai keberagaman, misalnya siswa beragama Nasrani, Katolik yang berdoa dengan khusyuk di ketika teman-temannya yang Muslim melakukan sholat Dhuha.” ucapnya.
“Pengakuan dari Kementerian Agama Kabupaten Malang, di mana sekolah menjadi Role Model tingkat 1 Jawa Timur untuk Kejuaraan Provinsi Sekolah Moderasi Beragama semakin membuktikan komitmen mereka dalam menanamkan nilai kebhinekaan pada generasi muda. Inisiatif seperti ini seharusnya menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Indonesia untuk menciptakan lingkungan belajar yang damai dan saling menghormati, terutama di tengah masyarakat yang multikultural.” jelasnya. ( Ha )






