Sidoarjo,Komposisinews.com – Banjir besar yang melanda desa kepunten kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo membuat kepala desa tergugah dan bergegas melakukan penanganan, sungai kedunguling yang tak mampu menampung debit air yang tinggi dan meluapkan airnya sehingga merendam hampir 66 hetar lahan sawah yang baru saja tanam benih. Wilayah yang terdampak meliputi tiga dusun yaitu dusun melati, kepunten dan malangbong, dampak banjir besar ini membuat warga resa namun Kades, Sekdes menenangkan warganya yang mengalami keresahan.
Kepala desa Zainul Abidin, S.Sos menuturkan bahwa adanya bencana yang melanda desanya ini merupakan bencana yang terparah dari tahun – tahun sebelumnya. Kepala desa memberikan pesan kepada warganya agar lebih bersabar dengan adanya bencana ini.

Kami pemerintah desa secepatnya berusaha untuk menangani bencana ini, secepatnya kepala desa mendatangkan 4 truck pasir batu ( sertu ) dan di kerjakan langsung bersama oleh warga yang terdampak untuk membuat tanggul.
Bentuk kepedulian juga di curahkan oleh Camat Tulangan Asmara Hadi S.STP, M.AP, orang nomer satu di Tulangan ini seketika bereaksi begitu mendengar informasi dari warganya yang mengalami bencana. Beliau langsung bergerak ke lokasi pada malam itu juga dan sampai lokasi sekitar pukul 23:00, malam itu kepala desa beserta perangkat di panggil rembukan untuk menangani bencana ini.
Ketua RW 4 dusun malangbong juga menambahkan, warganya merasa sangat terbantu dengan adanya penanganan dari pemerintah desa, dengan sigapnya kepala desa Zainul Abidin S. SOS bersama perangkat memberikan perhatiannya langsung turun ke lokasi memberi arahan kepada warga untuk menanggulangi banjir.
Achmad Sho’im pengasuh TPQ BAITUS SALAM juga berterima kasih kepada pemerintah desa atas perhatiannya, dirinya mesara bangga kepada kepala desanya yang selalu memberi perhatian kepada warganya yang mendapat kesulitan, ini salah satu bukti kecintaannya seorang pimpinan terhadap warganya. Untuk kegiatan belajar mengajar sementara di liburkan supaya tidak terjadi hal – hal yang tidak di inginkan terhadap santrinya. (Ida)










