Melawi,Kalbar.Komposisinews.com – Demi memastikan sejauh mana proses Analisis Dampak lingkungan,ANDAL PT. Borneo Berjaya Buana (B3) kembali melakukan Rapat uji kelayakan penilaian tehnis dokumen Analisis dampak lingkungan (ANDAL) beserta Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL) Kegiatan perkebunan buah kelapa sawit ( KBRI 01262) dan Industri minyak kelapa sawit (KBLI 10431)di wilayah kecamatan Nanga Pinoh, Kecamatan Pinoh Utara dan Kecamatan Ella hilir, Kabupaten Melawi Kalbar, Kamis 30/1/2025, di Hotel Rajawali.
Rapat uji kelayakan penilaian tehknis Dokumen Analisis dampak lingkungan (ANDAL) dibuka Plt.Kepala DLH Kabupaten Melawi, Drs.Oslan Junaidi, dihadiri managemen perusahaan, Camat Pinoh utara,Camat PLT camat Ella hilir, kepala Desa, BPD, tokoh masyarakat, TNI beserta Polri di wilayah tiga kecamatan area rencana perkebunan kelapa sawit, PT. Borneo Berjaya Buana (B3) serta Instansi terkait di Pemkab Melawi.
Widodo perwakilan Pimpinan PT Borneo Berjaya Buana (B3) menyampaikan pihaknya akan berkomitmen dengan Dokumen Analisis dampak lingkungan (ANDAL) dan akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembangunan perkebunan pengolahan kelapa sawit diKecamatan Nanga Pinoh, Pinoh Utara dan Ella Hilir.
Lebih lanjut Pimpinan PT.B3 menyampaikan adanya investasi perkebunan kelapa sawit ini diharapkan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya di sekitar wilayah perkebunan
Salah satu bentuk keseriusan kami perkebunan kelapa sawit di Melawi adalah melalui konsultasi publik, untuk menerima saran dan pendapat dari perwakilan masyarakat yang hadir,” ujarnya.
” Nahyo selaku konsultan,dalam sambutannya menjelaskan tentang Dalam Dokumen Analisis dampak lingkungan ANDAL yang telah di dusun oleh konsultan ini bisa menjadi pedoman dan acuan bagi bagi PT Borneo berjaya buana sebagai pelaksana dan apa-apa yang harus dilaksanakan dan apa-apa yang tidak boleh di jalankan,”jelasnya.
Kapolsek Ella Hilir Ipda Darmawan Susilo, S.E. Memberi saran dan masokan dalam rapat tersebut, dia minta pihak perusahaan PT.Borneo berjaya Buana (B3) terkait Tenaga kerja Utamakan lah Orang Lokal/Pribumi setempat setelah itu baru tenaga orang luar.”pintanya.
“Dan lebih lanjut Kapolsek katakan minta kepada pihak perusahaan agar di keluarkan semua masalah Hutan adat dan Hutan Wilayat kepada masyarakat Masing masing agar tidak ada timbul gejolak pro dan kontra di kemudian hari nanti, terkait pembebasan tanam tumbuh masyarakat.
Kami berharap kehadiran perusahaan ini bukan menimbulkan gejolak nantinya di kemudian hari, tapi bagaimana dapat mensejahterakan warga,”harapnya.
Menanggapi tentang hubungan masyarakat dan perusahaan Mukmin selaku Humas PT Borneo berjaya buana (BBB) secara tegas katakan dia akan lakukan komunikasi terhadap perusahaan dan masyarakat terkait persoalan baik dari pihak perusahaan dan masyarakat jika perusahaan masih memberikan kepercayaan dan kita akan tampung terkait informasi yang datang dari warga dan pemerintah desa, tetapi jika sudah tidak diberikan kepercayaan oleh perusahaan terus apa yang harus disampaikan kepada warga.”pungkasnya.(Iman).






