Probolinggo,Komposisinews.com -Karang Taruna Kabupaten Probolinggo menggelar apel siaga bersama dalam rangka peringatan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 tahun 2026 di Gerbang Wisata Sukapura (GWS), Minggu (26/10/2026) pagi.
Dengan mengusung tema “Bersatu, Bergarak, Berdampak”, apel BBKT 2026 ini dipimpin oleh Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo Siti Mariam dengan Komandan Apel dipercayakan kepada Ketua Karang Taruna Kecamatan Sukapura Antonius Shonata.
Kegiatan yang dihadiri Camat Sukapura Nur Rachmad Sholeh dan jajaran pengurus Karang Taruna Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai unsur karang taruna mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa di Kabupaten Probolinggo. Turut serta pula pelajar dari sekolah di wilayah Kecamatan Sukapura.
Sebagai bentuk rasa syukur, peringatan BBKT ke-66 ini ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Sekretaris Dinsos Kabupaten Probolinggo Siti Mariam yang kemudian diserahkan kepada Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Sigit Wida Hartono.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan penyerahan bantuan sembako bagi lanjut usia yang hidup dengan satu anggota keluarga dalam kartu keluarga (KK) tunggal bersinergi dengan Dinsos Kabupaten Probolinggo. Selain itu, dilakukan penyerahan 100 bibit tanaman produktif sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya pemulihan kawasan Bromo setelah kebakaran hutan. Serta pelayanan pemeriksaan Kesehatan gratis dan donor darah berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Probolinggo.
Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo Siti Mariam mendorong Karang Taruna agar semakin aktif menghadirkan aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Karang Taruna diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian sosial, pemberdayaan pemuda dan pembangunan daerah,” katanya.
Ia menilai, Karang Taruna memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat. Keberadaan pengurus dan anggota hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi potensi penting untuk menjangkau warga yang membutuhkan perhatian.
“Karang Taruna bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan wadah untuk menempa karakter, membangun kepemimpinan, menumbuhkan solidaritas dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, kepedulian pemuda dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan konkret, mulai dari membantu masyarakat yang membutuhkan, mendampingi kelompok rentan, menggerakkan kegiatan sosial, menjaga kebersihan lingkungan hingga menciptakan kegiatan produktif yang bermanfaat bagi warga.
“Karang Taruna diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi organisasi yang bergerak, bekerja dan memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Jadikan Bulan Bakti Karang Taruna sebagai momentum untuk memperkuat aksi nyata,” tegasnya.
Siti Mariam menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung pembangunan Kabupaten Probolinggo. Pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda yang memiliki kreativitas, energi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Saya berharap Karang Taruna dapat mengambil peran melalui penguatan ketahanan sosial, pengembangan kreativitas dan kemandirian ekonomi pemuda serta dukungan terhadap program pembangunan daerah,” harapnya.
Selain itu, kader Karang Taruna diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungannya masing-masing dengan menjaga persatuan, membangun karakter positif dan memanfaatkan teknologi digital secara produktif.
“Karang Taruna harus menjadi tempat lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang mampu memberikan teladan, menjauhi perilaku negatif, menjaga persatuan serta menggunakan media sosial dan teknologi digital untuk hal-hal yang produktif,” terangnya.
Lebih lanjut Siti Mariam mengajak seluruh pengurus dan anggota Karang Taruna untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program kepemudaan dan kegiatan sosial dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas.
“Pengabdian tidak harus dimulai dari kegiatan besar. Perubahan dapat dibangun melalui langkah sederhana di lingkungan masing-masing, asalkan dilakukan secara konsisten dengan semangat kebersamaan. Dengan niat yang tulus, kerja sama yang kuat dan semangat pantang menyerah, kita dapat menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo, Sigit Wida Hartono menyampaikan rangkaian peringatan BBKT ke-66 tahun 2026 telah dimulai sejak September dengan sejumlah kegiatan yang berorientasi pada penguatan kapasitas organisasi dan pelayanan masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Tahun 2026 di Kabupaten Probolinggo berjalan lancar dan sukses. Rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak September, mulai dari sosialisasi mitigasi kebencanaan di daerah rawan bencana, monitoring dan pembinaan Karang Taruna berprestasi hingga Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan bagi Karang Taruna kecamatan se-Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Sigit menerangkan Apel Siaga BBKT ke-66 Tahun 2026 dilaksanakan di Gerbang Wisata Sukapura (GWS) Kecamatan Sukapura. Pemilihan lokasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan GWS yang memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju kawasan Bromo yang dikelola pemerintah daerah.
“GWS merupakan salah satu ikon pendukung di kawasan strategis pariwisata nasional Bromo-Tengger-Semeru. Kami ingin turut serta mempromosikan GWS melalui berbagai kegiatan sehingga keberadaannya semakin dikenal masyarakat,” terangnya.
Dalam apel siaga terang Sigit, Karang Taruna juga menyerahkan bantuan sembako bagi lanjut usia yang hidup dengan satu anggota keluarga dalam kartu keluarga (KK tunggal) dan penyerahan bantuan 100 bibit tanaman produktif.
Sigit menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kebakaran hutan tidak hanya menyebabkan kerusakan lahan, tetapi juga mengancam kehidupan manusia, flora, fauna, dan keseimbangan ekosistem.
“Pemberian bibit tanaman produktif ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk membantu mengembalikan hutan yang sempat terbakar di kawasan Bromo. Kita ingin hutan di Bromo segera pulih dan hutan-hutan di Indonesia terhindar dari kebakaran,” jelasnya.
Lebih lanjut Sigit menyebut pemeriksaan Kesehatan gratis dan donor darah adalah kegiatan pelayanan langsung kepada masyarakat yang menjadi salah satu upaya Karang Taruna untuk semakin dekat dengan kebutuhan warga.
Sementara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan bagi pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan diarahkan untuk meningkatkan kompetensi organisasi agar lebih berdaya guna. Pelatihan tersebut mengangkat tiga tema meliputi perlindungan sosial, ekonomi kreatif berbasis digitalisasi dan wawasan kebangsaan.
“Kami ingin teman-teman pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan semakin meningkat kompetensinya sehingga program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Sigit menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Karang Taruna, panitia, peserta dan pihak terkait yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia berharap semangat Bulan Bakti Karang Taruna tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi terus diwujudkan melalui aksi sosial, pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Meski diselenggarakan secara sederhana, Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, lancar, khidmat dan sukses. Semoga semangat pengabdian ini terus terjaga dan Karang Taruna semakin bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.






