SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR “Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba, Dorong Program SALAM MANIS”

Berita0 views

Surabaya, Komposisinews.com– SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR (Prestasi Aman Nyaman Agamais Humanis, Bersih dari Narkoba) Surabaya, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan, Kamis (08/10/26).

Komitmen tersebut di wujudkan melalui kegiatan di seminasi Program Sadar Lapor Mandiri Akses Mudah Aman Humanis (SALAM MANIS) yang disampaikan Kepala BNN Kota Surabaya Kombes Pol. Heru Prasetyo, S.I.K., M.Hum., serta Workshop Asistensi Penyusunan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) oleh Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M).

Dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol. Heru Prasetyo menekankan pentingnya optimalisasi peran Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) agar keberadaan nya benar benar dapat di manfaatkan masyarakat yang membutuhkan layanan terkait penyalahgunaan narkotika.

Menurut nya, masih terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan layanan wajib lapor belum di manfaatkan secara optimal. Di antara nya kurang nya pemahaman masyarakat, kekhawatiran terhadap konsekuensi hukum, stigma terhadap pecandu narkoba, hingga persoalan akses terhadap layanan wajib lapor.

Melalui Program “SALAM MANIS”, masyarakat di harapkan dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan IPWL, sekaligus mendapatkan informasi dan pendampingan secara aman serta humanis.

Sementara itu, Workshop Asistensi Penyusunan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) menekankan penting nya peran satuan pendidikan dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba sejak usia dini.

Para guru didorong untuk mengintegrasikan materi edukasi bahaya narkoba ke dalam kurikulum satuan pendidikan maupun modul ajar. Langkah tersebut dinilai penting agar peserta didik memiliki pemahaman sejak dini mengenai dampak penyalahgunaan narkoba serta mampu menjauhi lingkungan dan perilaku yang berisiko.

Kepala SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR, Soedjono, M.Pd., menegaskan bahwa guru memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, terlebih sekolah berada di lingkungan yang di nilai memiliki kerentanan terhadap penyebaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Umba-umba nang pinggir sumur, nggawe narkoba masa depan ancur”, ungkap Soedjono sebagai pesan sederhana kepada seluruh pihak agar bersama sama mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Menurut Soedjono, tugas guru bukan hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter dan memberikan perlindungan kepada anak-anak melalui pendidikan yang humanis serta berorientasi pada keselamatan dan masa depan peserta didik.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program P4GN, SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR juga menyediakan ruang konsultasi di area sekolah yang dapat di manfaatkan untuk mendapatkan layanan seputar pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

Layanan tersebut tidak hanya di peruntukkan bagi warga sekolah, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat luas yang membutuhkan edukasi, informasi, konsultasi, hingga akses terkait rehabilitasi narkoba.

Keberadaan ruang konsultasi tersebut di harapkan dapat semakin mendekatkan layanan P4GN kepada masyarakat sekaligus menghilangkan stigma dan kekhawatiran dalam mencari informasi maupun pertolongan terkait penyalahgunaan narkoba.

Dengan kolaborasi antara BNN, satuan pendidikan, guru, peserta didik, keluarga, dan masyarakat, SDN Wonokusumo I/40 PANAH BERSINAR berupaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, agamais, humanis, serta bersih dari narkoba. (Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *