Probolinggo,Komposisinews.com -Komitmen membangun daerah yang tangguh terhadap bencana terus diperkuat Pemerintah Kota Probolinggo melalui pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo periode 2026-2030, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Puri Manggala Bhakti itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan dihadiri berbagai unsur strategis yang selama ini terlibat dalam penanggulangan bencana.
Hadir dalam agenda tersebut Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Penjabat Deputi Pencegahan BNPB RI Pangarso Suryotomo, perwakilan BPBD Jawa Timur, akademisi, media massa, relawan hingga dunia usaha.
Dalam laporan kegiatan, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Probolinggo Nurkholiq menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan FPRB telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Probolinggo Nomor 100.3.3.3/114/KEP/425.012/2026.
Ia menyebut forum tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor guna memperkuat langkah pengurangan risiko bencana secara berkesinambungan.
“Keberadaan FPRB diharapkan mampu memperkuat keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana,” ujarnya.
Sekitar 70 peserta mengikuti pengukuhan tersebut yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat dan pelaku usaha.
Ketua FPRB Kota Probolinggo terpilih, Sugeng Nufindarko mengatakan kepengurusan baru akan fokus pada penguatan edukasi mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, Kota Probolinggo memiliki sejumlah potensi ancaman yang perlu diantisipasi bersama, mulai dari banjir, kebakaran kawasan permukiman hingga cuaca ekstrem.
“Mitigasi harus menjadi budaya bersama. Semakin masyarakat memahami risiko bencana, maka semakin besar peluang meminimalkan dampaknya,” katanya.
Sugeng juga menilai pembangunan perkotaan harus disertai sistem perlindungan yang mampu menjaga keselamatan masyarakat di tengah perkembangan wilayah.
Sementara itu, Pangarso Suryotomo memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Probolinggo dalam memperkuat kelembagaan pengurangan risiko bencana.
Ia berharap FPRB dapat menjadi motor penggerak dalam membangun koordinasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman kebencanaan.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan daerah yang tangguh bencana,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
Ia menilai upaya mitigasi harus menjadi prioritas karena biaya penanganan pascabencana jauh lebih besar dibandingkan langkah pencegahan.
Aminuddin menjelaskan, Pemerintah Kota Probolinggo telah melakukan berbagai upaya antisipatif, salah satunya melalui penambahan rumah pompa untuk pengendalian banjir dan penguatan sistem peringatan dini di BPBD.
Selain itu, seluruh kelurahan juga dipersiapkan sebagai kelurahan tangguh bencana lengkap dengan titik kumpul evakuasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat saat kondisi darurat.
“Kami ingin seluruh masyarakat memiliki kesiapan menghadapi bencana sehingga proses penyelamatan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah,” tegasnya.
Melalui pengukuhan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo berharap FPRB mampu menjadi mitra strategis dalam memperkuat ketahanan daerah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.
(fahrul)






