IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Gelar Workshop Art and Craft Pengembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini

Berita0 views

Probolinggo,Komposisinews.com -Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Probolinggo menggelar workshop art and craft pengembangan fisik motorik anak usia dini di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 IGTKI-PGRI ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Amik Mutammimah, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Eksi Wulandari serta Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Ellyzabeth Evelyn.

Kegiatan tersebut diikuti 998 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah TK negeri maupun swasta se-Kabupaten Probolinggo. Workshop dilaksanakan dalam dua gelombang dengan menghadirkan narasumber Sora dari Bandung. Para peserta mendapatkan materi keterampilan kreatif mulai dari kerajinan kertas lipat, clay hingga teknik menggambar menggunakan buku gambar ajaib.

Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Probolinggo Ellyzabeth Evelyn mengatakan workshop tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT IGTKI-PGRI ke-76 sekaligus meningkatkan kompetensi guru TK dalam memberikan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

“Workshop ini dalam rangka HUT IGTK-PGRI ke-76 untuk peningkatan kompetensi guru. Harapannya ilmu yang diterima hari ini nantinya bisa bermanfaat untuk siswa-siswa di sekolah,” ungkapnya.

Menurut Vivien, pembelajaran fisik motorik halus melalui kegiatan art and craft menjadi salah satu metode efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Karena itu, guru dituntut mampu mengikuti perkembangan pendidikan di era digital dengan tetap menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif.

“Harapannya guru ke depan lebih hebat lagi untuk menyongsong era digital 5.0. Kegiatan fisik motorik halus ini juga bisa membantu teman-teman guru dalam pembelajaran,” jelasnya.

Vivien juga berharap kegiatan tersebut mampu menambah semangat para guru TK dalam mendidik generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan pendidikan saat ini. “Kami ingin guru-guru tetap semangat dalam mengajar dan membangun generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kreativitas dan kemampuan dasar anak. Kegiatan seni dan kerajinan atau art and craft menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif karena mampu mengembangkan motorik halus, imajinasi dan daya cipta anak.

“Melalui workshop ini saya berharap Bapak/Ibu dapat meningkatkan kompetensi dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang efektif, inovatif dan berpusat pada anak,” katanya.

Hary juga mengapresiasi terselenggaranya workshop tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Probolinggo. “Kegiatan ini menjadi wadah berbagi praktik baik sekaligus memperkaya ide pembelajaran yang kontekstual dan sesuai perkembangan zaman,” jelasnya.

Hary berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh dan menerapkan hasil pelatihan di sekolah masing-masing. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa manfaat luas dan menjadi langkah besar dalam mencetak generasi emas Indonesia,” pungkasnya.
(fakih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *