Siapkan PAUD–SD Satu Atap, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Gandeng INOVASI Gelar FGD di SDN Sariwani 2

Berita1,195 views

Probolinggo,Komposisinews.com -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo berkolaborasi dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) persiapan PAUD–SD Satu Atap (Satap) di SDN Sariwani 2 Kecamatan Sukapura, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran Disdikdaya, pengawas sekolah, Koordinator Wilayah (Korwil) Dikdaya Kecamatan Sukapura hingga perangkat desa, komite sekolah dan calon wali murid.

FGD dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati dan District Officer INOVASI Anwar Sutranggono.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah menyampaikan sejumlah langkah strategis yang akan dilakukan dalam implementasi PAUD–SD Satu Atap di SDN Sariwani 2.

“Pelaksanaan PAUD–SD Satu Atap direncanakan dimulai pada Juni Tahun Pembelajaran 2026/2027. Ini menjadi upaya kita memperluas akses layanan pendidikan, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan,” ujarnya.

Amik menjelaskan, dukungan datang dari pemerintah desa melalui alokasi Dana Desa untuk pengadaan meubeler. “Sebelum memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) sendiri, peserta didik akan didaftarkan melalui Dapodik TK Tengger Lestari sebagai kelas jauh. Untuk proses pembelajaran tetap dilaksanakan di SDN Sariwani 2,” jelasnya.

Tak hanya itu terang Amik, Disdikdaya juga akan menambah tenaga pendidik di SDN Sariwani 2 dan TK Tengger Lestari sesuai usulan Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura.

“Kami telah menyiapkan nota dinas kepada Bupati Probolinggo terkait rencana pendirian PAUD–SD Satu Atap di beberapa lokasi, termasuk SDN Sapikerep 3 dan SDN Sariwani 2,” terangnya.

Sementara District Officer INOVASI Anwar Sutranggono menyampaikan FGD ini bertujuan untuk memetakan kesiapan wilayah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan riil di lapangan.

“Forum ini menjadi ruang diskusi untuk menggali potensi dan tantangan penyelenggaraan PAUD–SD Satu Atap, khususnya di daerah dengan keterbatasan geografis,” ujarnya.

Menurut Anwar, model PAUD–SD Satu Atap sangat relevan diterapkan di wilayah terpencil karena mampu menghadirkan layanan pendidikan berkelanjutan sejak usia dini.

“Dengan adanya pra sekolah satu tahun yang terintegrasi dengan SD, anak-anak akan lebih siap secara akademik maupun sosial saat memasuki jenjang pendidikan dasar,” jelasnya.

Anwar menambahkan, pendekatan multigrade yang telah diterapkan sejak 2018 di Kabupaten Probolinggo akan terus dikembangkan menjadi layanan multilayanan, termasuk penguatan peran orang tua melalui program parenting.

FGD ini ditutup oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indariyati dengan harapan program PAUD–SD Satu Atap dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Sukapura. (samsuri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *